Eks Bupati Bengkayang Disebut Dapat Rp 300 Juta dari Jual Proyek ke Pengusaha

Kompas.com - 16/12/2019, 15:39 WIB
Kompas TV

Inilah lampu berkarakter unik dari limbah kayu yang diberi nama Pulampu. Lampu-lampu berkarakter ini memiliki desain unik dan berbeda dari lampu-lampu biasanya.

Pulampu diciptakan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setyawan. Produk ini menggunakan beraneka macam bahan baku limbah kayu seperti jenis kayu palet hingga mahoni.

Radius mulai menggeluti usaha kreatif ini sejak tiga tahun lalu. Adapun karakter yang ia ciptakan, mulai dari hewan, abstrak, hingga ilustrasi makhluk luar angkasa.

Ragam produk Pulampu dipasarkan dengan beragam cara, mulai dari mengikuti pameran UMKM hingga penjualan melalui media daring. Peminatnya pun beragam, bukan hanya wisatawan domestik, tapi hingga mancanegara dengan omset jutaan rupiah per bulan.

Sementara itu, produk Pulampu dijual mulai dari Rp200 Ribu hingga Rp400 Ribu tergantung dari besar dan rumitnya desain. Lampu berkarakter unik dari limbah kayu bisa digunakan sebagai alternatif hadiah natal dan tahun baru bagi rekan dan orang terdekat.

#Inovasi #LampuBerkarakter #LimbahKayu
 

Tanggal 3 September 2019, Aleksius menemui Suryadman dan menyatakan bahwa uang Rp 300 juta dari sejumlah pengusaha termasuk Nely sudah disiapkan.

Baca juga: Bupati Bengkayang yang Ditangkap KPK Tulis Surat Pengunduran Diri

"Atas persetujuan Suryadman Gidot, kemudian Aleksius menyerahkan Rp 300 juta kepada ajudannya Suryadman Gidot bernama Risen Sitompul dan melaporkan penyerahan uang tersebut kepada Suryadman Gidot," kata jaksa.

Terkait Nely, sebelumnya pada 1 September 2019, Aleksius memerintahkan stafnya, Fitri Julihardi untuk menghubungi Nely. 

Aleksius menawarkan sejumlah paket pekerjaan di Dinas PUPR dengan memberikan kompensasi fee.

"Atas penawaran tersebut, terdakwa menyatakan kesediaannya dan mengambil tiga paket pekerjaan serta bersedia memberi fee untuk Suryadman Gidot sejumlah Rp 60 juta," kata jaksa.

Baca juga: KPK Periksa Tujuh Anggota DPRD dalam Kasus Bupati Bengkayang

Menurut jaksa, Nely mengirimkan uang tersebut secara bertahap lewat transfer ke rekening Fitri.

Selanjutnya uang itu dicairkan dan dibawa Fitri ke Pontianak untuk diserahkan ke Suryadman melalui Aleksius.

Atas perbuatannya, Nely didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Dalam perkara ini, Suryadman Gidot masih berstatus sebagai tersangka. Sementara Rodi, Bun Si Fat dan Yosef akan segera disidang. 

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X