Soekarwo, Mantan Gubernur Jatim dan Eks Kader Demokrat yang Kini Jadi Wantimpres

Kompas.com - 13/12/2019, 16:10 WIB
Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan pernyataan kepada wartawan usai diperiksa KPK di Gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi  dalam kasus suap Ketua DPRD Tulungagung, Rabu (28/8/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan pernyataan kepada wartawan usai diperiksa KPK di Gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap Ketua DPRD Tulungagung, Rabu (28/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menunjuk Soekarwo atau biasa dikenal Pakde Karwo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.

Ia bersama anggota Wantimpres lain dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Jumat (13/12/2019).

Soekarwo lahir pada 16 Juni 1950 di Madiun, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2009-2014 bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Pakde Karwo terpilih sebagai gubernur setelah melewati penyelenggaraan Pilkada Jawa Timur 2014 selama tiga putaran.

Baca juga: Soekarwo: 86 Persen Caleg Demokrat Jatim Dukung Jokowi

Putaran pertama tanggal 23 Juli 2008, putaran kedua 4 November 2008, dan pemilihan pemilihan ulang untuk putaran kedua tanggal 21 Januari 2009.

Pada Pilkada 2013, Soekarwo dan Saifullah Yusuf kembali terpilih menjadi gubernur dan wakil presiden Jawa Timur mulai dari 12 Februari 2014 sampai 12 Februari 2019.

Selama kepemimpinannya, Soekarwo berhasil membawa pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sebesar 5,18 persen di kuartal I pada 2015 melebihi rata-rata nasional sebesar 4,71 persen.

Selain itu, Soekarwo juga dikenal sebagai Ketua DPD Partai Demokrat di Jawa Timur. Saat itu, bahkan dia mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di saat partainya mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Baca juga: Moeldoko: Soekarwo Jelas Dukung Jokowi-Maruf

Namun, pada 14 Agustus 2019, Soekarwo dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD menyusul jabatan baru sebagai Komisaris Utama di PT Semen Indonesia (Persero).

Lebih lanjut, Soekarwo merupakan lulusan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya tahun 1979, lalu melanjutkan Pascasarjana dengan jurusan hukum di Universitas Surabaya tahun 1996.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

Nasional
Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Nasional
Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Nasional
18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Nasional
Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Nasional
18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

Nasional
Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Nasional
Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Nasional
KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

Nasional
Mengenal Weighted Vest, 'Rompi Militer' yang Dipakai AHY Berolahraga

Mengenal Weighted Vest, "Rompi Militer" yang Dipakai AHY Berolahraga

Nasional
Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Nasional
Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Nasional
ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.