Seruan Nadiem Makarim kepada Guru: Saatnya Pamer Inovasi

Kompas.com - 13/12/2019, 10:06 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyerukan agar para guru kini tidak ragu berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

Hal ini ia kaitkan dengan kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" yang ia gagas.

“Sekarang saatnya untuk keluar. Sekarang untuk memamerkan inovasi Anda, karena sekarang sudah eranya ‘Merdeka Belajar’,” kata Nadiem seusai rapat kerja bersama Komisi X DPR di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Dia mengajak sekolah atau para guru yang sudah melakukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar membagikan pengalamannya di berbagai media sosial. Nadiem berharap makin banyak guru yang bergerak dan berinovasi.

Baca juga: Ini Konsep Baru UN dan USBN Versi Merdeka Belajar Mendikbud Makarim

“Satu hal yang saya minta kepada sekolah yang sudah melakukan inovasi penilaian seperti berdasarkan portofolio, berdasarkan esai, berdasarkan prestasi, dan lainnya mohon ramai-ramai keluarkan di medsos,” ujarnya. 

“Apa yang telah dilakukan Anda guru-guru penggerak, apa inovasi ujian-ujian yang telah Anda lakukan. Sekarang saatnya untuk keluar,” tegas Nadiem.

Diberitakan, Nadiem Makarim menetapkan empat program pembelajaran nasional. Ia menyebut empat program ini sebagai kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar".

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, pada tahun 2020 akan dilakukan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

Baca juga: Gebrakan Merdeka Belajar, Berikut 4 Penjelasan Mendikbud Nadiem

Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan, baik itu tugas kelompok, karya tulis, maupun sebagainya.

"Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa,” ujar Nadiem, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Sementara itu, mengenai UN, Nadiem menegaskan tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya.

"Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X