SBY: Apa Betul Ada Pikiran Jual Aset Negara untuk Biayai Pemindahan Ibu Kota?

Kompas.com - 12/12/2019, 04:53 WIB
SBY menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANISBY menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dapat memahami keinginan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta.

Namun, SBY mempertanyakan sumber anggaran untuk membiayai pemindahan dan pembangunan ibu kota di Kalimantan Timur itu.

"Demokrat mengingatkan agar perencanaan strategis pemerintah benar-benar disiapkan dengan saksama. Konsepnya seperti apa? Timeline-nya seperti apa? Berapa besar biaya yang digunakan? Dari mana anggaran itu diperoleh? Apakah betul ada pemikiran untuk menjual aset-aset negara dan bahkan utang ke luar negeri untuk membiayainya?" kata SBY dalam pidato refleksi pergantian tahun di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Pemerintah Mulai Anggarkan Dana Pindah Ibukota di APBN 2021

SBY pun berkisah, saat menjabat sebagai Presiden RI ke-6, pernah memiliki niat membangun ibu kota di luar Jakarta.

Namun, dia mengatakan kala itu kondisi ekonomi tak memungkinkan.

"Setelah kami pikirkan dan olah selama 2 tahun, rencana ini kami batalkan. Pertimbangan kami waktu itu adalah anggaran yang sangat besar belum tersedia, sementara banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak. Di samping itu, ada faktor lingkungan (amdal) yang tidak mendukung, yang tentu tidak boleh kami abaikan," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, SBY berharap pemerintah dapat menjelaskan kepada publik secara detail mengenai rencana pembangunan ibu kota baru.

Baca juga: Pindah Ibukota Jadi Solusi Ekonomi RI yang Jawa Sentris?

Sebab, menurut SBY, membangun ibu kota artinya juga membangun kehidupan. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik.

"Di tengah perkembangan ekonomi global yang tidak menggembirakan, dan juga ekonomi Indonesia sendiri yang menghadapi tekanan, perencanaan dan kesiapan pemerintah harus paripurna," kata SBY.

"Memindahkan dan membangun ibukota baru adalah sebuah mega proyek. Tidak boleh meleset, harus sukses," ujarnya.

Kompas TV

Di awal bulan desember ini sejumlah wilayah di tanah air mulai memasuki musim hujan. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diimbau untuk selalu waspada. Termasuk warga ibukota Jakarta.

Bicara soal banjir di Jakarta tidak bisa lepas dari yang namanya Bendung Katulampa. Bendungan yang dibangun pada tahun 1889 ini berfungsi untuk mengatur debit air dari wilayah Bogor ke wilayah yang lebih rendah.

Bendungan biasanya digunakan untuk menampung cadangan air pada daerah tertentu. Berbeda dengan Bendung Katulampa yang fungsinya sebagai sistem peringatan bencana pada aliran Sungai Ciliwung. Selain itu, bermanfaat juga untuk mengaliri sungai Kali Baru yang menjadi sistem pengairan warga sekitar hingga ke Istana Bogor.

Terbagi dalam dua bagian, yaitu empat buah pintu air di aliran Sungai Ciliwung dan lima buah pintu air di aliran Sungai Kali Baru. Pintu air pada sungai Ciliwung disebut sebagai pembuangan dan pintu pada Kali Baru sebagai pengairan.

Sebagai sistem peringatan bencana, bendung Katulampa memiliki alat ukur TMA. Memiliki angka maksimal pada ketinggian 250cm untuk aliran Sungai Ciliwung. Sedangkan ketinggian maksimal 70cm untuk aliran sungai Kali Baru.

Membuka pintu air juga membutuhkan kunci khusus. Untuk pintu air pada aliran sungai Ciliwung dibuka dengan sistem hidrolik. Sedangkan pada aliran sungai Kali Baru masih memakai sistem buka manual dengan bobot kunci seberat 20 kilogram.

Dekat dengan Sungai Ciliwung, menjadikan warga membuat tempat cuci dan mandi di pinggir sungai. Tepatnya di RT 03 RW 09 Kampung Katulampa. Banyak bapak-bapak yang juga memancing atau mengambil ikan melalui tempat pemandian itu.

Jika tidak sedang musim hujan, aliran air Sungai Ciliwung atau Kali Baru akan tampak jernih. Sehingga banyak warga terutama anak-anak yang mandi dan memancing di sungai itu. Selain itu juga terdapat permainan arung jeram menggunakan ban mobil bagian dalam di aliran Kali Baru.

Bendung Katulampa dibangun sejak jaman Belanda. Tercatat perawatan atau perbaikan pada bendungan itu dilakukan pada tahun 2010. Perbaikan dilakukan untuk mengganti gir atau roda pada pintu air sungai Ciliwung. Agar gir dan engsel tidak berkarat, maka harus dilakukan perawatan secara berkala. Dilakukan seminggu hingga dua minggu sekali, menggunakan minyak solar. Jurnalis KompasTV Cindy Permadi akan bercerita lebih lengkap tentang Bendung Katulampa.

#BendungKatulampa #BanjirJakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

Nasional
Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
PPKM Diperpanjang, Ini Daftar 18 Daerah di Luar Jawa-Bali Berstatus Level 1

PPKM Diperpanjang, Ini Daftar 18 Daerah di Luar Jawa-Bali Berstatus Level 1

Nasional
Jokowi Terima Kunjungan Menlu Malaysia, Ini yang Dibahas

Jokowi Terima Kunjungan Menlu Malaysia, Ini yang Dibahas

Nasional
Jokowi Perintahkan Para Menteri Siapkan Mitigasi Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Libur Natal dan Tahun Baru

Jokowi Perintahkan Para Menteri Siapkan Mitigasi Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Libur Natal dan Tahun Baru

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, DKI Jakarta Berstatus Level 2

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, DKI Jakarta Berstatus Level 2

Nasional
Seputar Perpanjangan PPKM: Penyesuaian Aktivitas Anak hingga Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Seputar Perpanjangan PPKM: Penyesuaian Aktivitas Anak hingga Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Nasional
Viral di Medsos, Bolehkah Polisi Masuki Wilayah Privasi di Handphone Warga?

Viral di Medsos, Bolehkah Polisi Masuki Wilayah Privasi di Handphone Warga?

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Berstatus Level 3

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Berstatus Level 3

Nasional
Airlangga: Syarat Beli Tiket World Superbike Sudah Divaksinasi Lengkap

Airlangga: Syarat Beli Tiket World Superbike Sudah Divaksinasi Lengkap

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 54 Kabupaten/Kota ini Berstatus Level 2

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 54 Kabupaten/Kota ini Berstatus Level 2

Nasional
Menkes Jajaki 3 Obat Alternatif Covid-19

Menkes Jajaki 3 Obat Alternatif Covid-19

Nasional
PPKM Diperpanjang, 9 Daerah di Jawa-Bali ini Berstatus Level 1

PPKM Diperpanjang, 9 Daerah di Jawa-Bali ini Berstatus Level 1

Nasional
5 Kesaksian Rita Widyasari Terkait Perkara Suap Eks Penyidik KPK

5 Kesaksian Rita Widyasari Terkait Perkara Suap Eks Penyidik KPK

Nasional
Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.