Delapan Calon Hakim MK Jalani Tes Wawancara

Kompas.com - 11/12/2019, 11:24 WIB
Panitia Seleksi (Pansel) hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar tes wawancara terhadap delapan orang calon.   Pantauan kompas.com, wawancara berlangsung di ruang Serbaguna Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.com/IhsanuddinPanitia Seleksi (Pansel) hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar tes wawancara terhadap delapan orang calon. Pantauan kompas.com, wawancara berlangsung di ruang Serbaguna Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia seleksi (pansel) hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar tes wawancara terhadap delapan orang calon.

Pantauan Kompas.com, wawancara berlangsung di ruang Serbaguna Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019), dan akan dilanjutkan hingga Kamis (12/12/2019) besok.

Rabu ini terdapat lima orang yang menjalani tes wawancara, yakni Benediktus Hesto Cipto Handoyo, Bernard L Tanya, Daniel Yusmic, Ida Budiarti, dan Suparman Marzuki.

Baca juga: Hakim MK Pertanyakan Permintaan Penggugat yang Ingin Aset First Travel Dikembalikan ke Korban

Sisanya, tiga orang menjalani tes pada Kamis besok, yakni Umbu Rauta, Widodo Ekatjahjana, dan Yudi Kristiana.

Kedelapan nama ini diketahui sudah lolos tes administrasi dan tes tertulis sebelum mengikuti tes wawancara.

Ketua panitia seleksi hakim MK Harjono mengatakan, tes wawancara ini akan menggali pengetahuan calon terkait berbagai hal.

Baca juga: 3 Hakim MK Segera Purna Tugas, Kode Inisiatif Tekankan 2 Kriteria untuk Penggantinya

" Wawancara meliputi banyak hal, dari penguasaan Undang-Undang Dasar 1945, masalah MK, sosial budaya, sampai track record para calon," ujar Harjono.

Wawancara dilakukan oleh lima anggota pansel yang dibentuk Presiden Joko Widodo.

Selain Harjono, pansel beranggotakan Maruarar Siahaan, Sukma Violetta, Alexander Lay, dan Edward Omar Sharif. Ada juga panelis dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aji Samekto.

Masing-masing peserta diwawancarai selama 1 jam 15 menit.

Baca juga: Calon Hakim MK Diharapkan Tak Hanya Paham Persoalan Tata Negara

Menurut Harjono, pansel bakal memilih tiga orang terbaik untuk diserahkan ke Presiden Jokowi. Rencananya penyerahan nama dilakukan pada 18 atau 19 Desember 2019.

Presiden Jokowi yang bakal memilih satu orang hakim MK pengganti hakim Dewa Gede Palguna.

Masa jabatan Dewa Gede Palguna sendiri akan berakhir pada 7 Januari 2020. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X