Belum Berhasil Ungkap Kasus Novel, Kapolri Utus Kadiv Humas Bicara ke Media

Kompas.com - 09/12/2019, 19:13 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan usai mendampingi Kapolri Idham Aziz menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan usai mendampingi Kapolri Idham Aziz menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Idham Azis enggan memberikan keterangan kepada media soal kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Usai dipanggil Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus itu, Senin (12/9/2019) petang Idham memilih meninggalkan Istana lewat pintu samping yang tak dapat diakses wartawan.

Idham hanya mengutus Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal untuk memberi keterangan kepada awak media.

"Alhamdulillah tadi Pak Kapolri sudah bertemu dengan Bapak Presiden, lebih kurang 20 menit beliau bertemu. Terus saat ini Pak Kapolri sudah meninggalkan kompleks Istana, untuk melaksanakan tugas-tugas yang lain," kata Iqbal kepada wartawan usai mendampingi Kapolri bertemu Jokowi.


Baca juga: Komnas HAM Akan Surati dan Tagih Janji Polri Soal Kasus Novel Baswedan

Iqbal mengungkapkan, dalam pertemuan itu Jokowi bertanya ke Kapolri soal kemajuan kasus Novel.

Iqbal mengakui sampai sore ini Polri belum berhasil mengungkap kasus penyerangan yang telah terjadi sejak April 2017 silam ini.

Namun, ia meyakini Polri akan bisa mengungkap kasus ini dan menemukan pelaku dalam waktu dekat.

"Detik ini, dan sebelumya dan insyaallah nanti ke depan, tim teknis akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini," kata Iqbal.

Baca juga: Kepada Jokowi, Kapolri Lapor Belum Bisa Temukan Penyerang Novel

Iqbal kembali mengungkapkan bahwa tim penyidik sudah mempunyai petunjuk yang signifikan untuk mengungkap kasus ini. Namun hal itu tidak bisa diungkapkan ke media karena akan mengganggu penyidikan.

"Namun sore ini saya sampaikan. Ini masalah waktu, dan waktu ini tidak akan berapa lama lagi, kami sangat optimistis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tidak berapa lama lagi," kata dia.

Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Polri mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel. Hal itu disampaikan Jokowi usai melantik Idham Azis sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/10/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X