Pengamat: Biaya Pilkada Tetap Tinggi Selama Masih Ada Mahar Politik

Kompas.com - 08/12/2019, 15:28 WIB
Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019). KOMPAS.com/ KRISTIAN ERDIANTOPeneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Centre for Strategic and International Studies ( CSIS) Arya Fernandes menilai, alasan biaya mahal untuk menghapus pilkada langsung merupakan alasan lemah. 

Hal itu disampaikan Arya dalam sebuah diskusi CSIS di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

"Jadi alasan bahwa mengembalikan pilkada ke DPRD karena alasan biaya dan dana kampanye (mahal) lemah dari sisi argumentasi," ujar Arya.

Baca juga: Sebut Pilkada Langsung Sangat Mahal, Kemendagri: Anggaran Daerah Bisa Habis Setelah Pemilihan


Ia mengatakan, penyebab mahalnya biaya pilkada langsung dikarenakan biaya pencalonan yang tinggi.

Sebab, masih ada praktik pemberian mahar politik dari calon yang mengikuti pilkada ke partai politik. 

Menurut Arya, hal ini juga akan terjadi apabila pemilihan dikembalikan ke DPRD.

Dengan demikian, menurut dia, mengembalikan pilkada langsung ke DPRD tak menyelesaikan persoalan tingginya biaya politik tersebut.

"Masih ada mahar politik. Kalau partai benahi lebih terbuka maka biaya di awal berkurang," ucap Arya.

Ia juga menilai, biaya politik selama ini sudah ditekan dengan penyediaan alat peraga kampanye oleh negara. 

Baca juga: Tito Minta Polemik Pilkada Langsung dan Tak Langsung Dihentikan

Dengan demikian, kandidat bisa fokus menyiapkan kampanye yang efektif tanpa terbebani biaya penyediaan APK.

"Biaya tinggi ini juga sudah terjadi penghematan melalui regulasi yang mendukung, misalnya soal APK. Itu mengurangi biaya kampanye. Secara konstitusi sudah ada usaha untuk mengurangi biaya politik yang timbul di pilkada," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X