Kompas.com - 07/12/2019, 12:58 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais merasa geram dengan sejumlah kader yang meneriakan kata "Lanjutkan!" dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PAN di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Pantauan Kompas.com, ketika Amien Rais diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato sambutan, suara teriakan "Lanjutkan!" beberapa kali bergema di dalam ruangan Rakernas V PAN.

Teriakan itu ditujukan untuk Zulkifli Hasan yang akan kembali maju sebagai calon ketua umum PAN.

Amien pun menyinggung teriakan sejumlah kader tersebut. Ia menilai, teriakan "Lanjutkan!" itu sudah seperti penyelenggaraan Kongres PAN.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Rakernas V PAN Tentukan Jadwal Pemilihan Ketua Umum

Padahal, pemilihan ketua umum tidak dilakukan dalam rakernas ini.

"Saudaraku, tadi ada teriakan 'Lanjutkan! Lanjutkan!' sudah seperti kongres ya. Kalau hasil akhir yang tahu hanya Allah SWT," ucap Amien Rais.

"Boleh Anda lanjutkan atau tidak lanjutkan, satu periode, saya hanya tersenyum karena sudah ada di Lauhul Mahfudz siapa yang akan jadi ketua umum kita nanti," ujar pendiri PAN ini.

Awalnya, Amien Rais menyampaikan pujiannya pada tarian dari Papua yang membuka acara Rakernas V.

Baca juga: Bima Arya Klaim Dapat Dukungan untuk Maju Jadi Kandidat Caketum PAN

Menurut dia, tarian itu bukan kebetulan, tetapi memperlihatkan PAN terbuka pada berbagai perbedaan, serta sebagai bukti keberhasilan PAN mengamankan dua kursi DPR dari Papua.

"Kita bangsa Bhinneka Tunggal Ika, majemuk, dan kita telah membuktikan kita dapat dua wakil DPR dari Papua," ujarnya.

Setelah itu, Amien membacakan doa penutup pidatonya. Lalu, teriakan-teriakan sejumlah kader semakin bergema. Amien pun meminta, kader-kader tidak meneriakkan kata "Lanjutkan".

"Maaf tidak ada yel, lanjutkan belum tentu ya," kata Amien.

"Jangan mendahului takdir ya. Anda jangan sorak-sorai seperti itu, tidak layak. ini bukan partai kampungan," ujar mantan ketua umum PAN ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Nasional
Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Nasional
Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Nasional
Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Nasional
Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Nasional
Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Nasional
Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

Nasional
UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

Nasional
Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.448, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.731.652

UPDATE: Bertambah 3.448, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.731.652

Nasional
Masyarakat Dilarang Mudik, Megawati: Kita Masih Bisa Menciptakan Kebahagiaan di Hari yang Fitri Ini

Masyarakat Dilarang Mudik, Megawati: Kita Masih Bisa Menciptakan Kebahagiaan di Hari yang Fitri Ini

Nasional
Menkes: Tak Mudik Cara Jaga Orang Tercinta dari Potensi Tertular Covid-19

Menkes: Tak Mudik Cara Jaga Orang Tercinta dari Potensi Tertular Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X