Bima Arya Klaim Dapat Dukungan untuk Maju Jadi Kandidat Caketum PAN

Kompas.com - 07/12/2019, 12:07 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto saat hadir dalam acara Speak Up Satukan Suara yang dihadiri ratusan pendukung Jokowi-Maruf Amin di Puri Begawan, Jumat (12/4/2019) malam   KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto saat hadir dalam acara Speak Up Satukan Suara yang dihadiri ratusan pendukung Jokowi-Maruf Amin di Puri Begawan, Jumat (12/4/2019) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Bima Arya Sugiarto belum secara resmi menyatakan dirinya akan maju sebagai calon ketua umum PAN.

Namun, Bima Arya mengklaim mendapat dukungan yang mendorongnya untuk maju menjadi caketum PAN.

"Dukungan itu ada, cuma seperti yang Pak Asman (politisi PAN Asman Abnur) sampaikan, ini berproses," kata Bima di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

"Kami pastikan dulu kongresnya kapan, tanggal berapa, setelah itu kita susun langkah-langkah kami," ujar dia.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Rakernas V PAN Tentukan Jadwal Pemilihan Ketua Umum

Bima Arya mengatakan, setelah Rakernas V PAN menetapkan jadwal dan tempat kongres, dirinya akan berkomunikasi dengan senior partai PAN sekaligus mantan ketua umum PAN, yaitu Hatta Rajasa, terkait pencalonan ketua umum PAN.

"Saya akan komunikasikan juga dengan semuanya, akan minta pendapat juga dengan Bang Hatta Rajasa ini ke depan partainya seperti apa, itu penting saya kira," ujarnya.

Bima mengatakan, Kongres PAN akan berbeda dari kongres sebelumnya, karena para petinggi PAN membuka kesempatan pada setiap kader yang ingin maju sebagai calon ketua umum.

Menurut dia, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais membuka ruang bagi nama-nama yang ingin maju sebagai caketum PAN.

"Pak Amien Rais juga membuka ruang untuk munculnya nama-nama yang akan nanti bersaing di kongres. kita nikmati alam demokrasi di PAN ini," kata Bima.

"Pak Amien juga menyampaikan pesan-pesan yang baik, saya kira regenerasi penyegaran itu kita sambut di sini," ucap Wali Kota Bogor ini.

Baca juga: Waketum: Ada 4 Kader yang Deklarasikan Diri Jadi Bakal Calon Ketum PAN

Bima juga memprediksi, kecil kemungkinan pemilihan ketua umum PAN di Kongres kali ini berujung pada aklamasi. Sebab, ada beberapa kandidat yang akan bersaing untuk menduduki kursi PAN 1.

"Menurut saya kecil kemungkinan aklamasi karena banyak kandidat," tuturnya.

Lebih lanjut, Bima memastikan bahwa Kongres PAN terkait pemilihan ketua umum akan berjalan dinamis, demokratis dan jauh dari intervensi dan tekanan.

"Kalau yang bilang ada tekanan ada intervensi dan sebagainya, saya kira enggak. Sejarah mencatat Kongres PAN ini tidak ada intervensi dari luar," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto menyatakan, sejauh ini baru empat kader yang menyatakan diri maju sebagai bakal calon ketua umum PAN yang baru.

Mereka adalah mantan Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, dan petahana Zulkifli Hasan

"Selama ini baru muncul empat itu," kata Totok di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: PAN: Zulkifli Hasan Maju Jadi Caketum Bukan Hasrat Pribadi

Selain keempat orang itu, ia mengatakan, sebenarnya ada dua nama lain yang disebut-sebut bakal turut mencalonkan diri.

Mereka adalah Wali Kota Bogor Bima Arya dan anak pendiri PAN Amien Rais, yakni Hanafi Rais. Namun, keduanya belum resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum.

"Dari media ada beritanya, tapi saya sebagai senior di partai ini kok merasa belum pernah ketemu. Kan biasanya kalau mau maju, 'Ini mas mau maju'," ucap dia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Harian Covid-19 Empat Kali Pecahkan Rekor dalam Sepekan, Begini Saran Ahli

Kasus Harian Covid-19 Empat Kali Pecahkan Rekor dalam Sepekan, Begini Saran Ahli

Nasional
Kampanye Pilkada Dimulai, KPU Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Kampanye Pilkada Dimulai, KPU Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Nasional
Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Covid-19 untuk Keluarga

Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Covid-19 untuk Keluarga

Nasional
Dinas Dukcapil Daerah Diminta Gandeng Petugas TPU, Ini Alasannya...

Dinas Dukcapil Daerah Diminta Gandeng Petugas TPU, Ini Alasannya...

Nasional
Rekor Covid-19 Terus Pecah, Jokowi Diminta Pimpin Langsung Penanggulangan

Rekor Covid-19 Terus Pecah, Jokowi Diminta Pimpin Langsung Penanggulangan

Nasional
Konfederasi Buruh Desak Presiden Jokowi Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Konfederasi Buruh Desak Presiden Jokowi Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Nasional
Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Dinilai Makin Ingkar Janji

Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Dinilai Makin Ingkar Janji

Nasional
JPU Masih Teliti Berkas Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

JPU Masih Teliti Berkas Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Komisi X Sebut Klaster Pendidikan Ditarik dari RUU Cipta Kerja karena Banyak Penolakan

Komisi X Sebut Klaster Pendidikan Ditarik dari RUU Cipta Kerja karena Banyak Penolakan

Nasional
PDI-P Bentuk Tim Penegak Disiplin Partai saat Pilkada, Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

PDI-P Bentuk Tim Penegak Disiplin Partai saat Pilkada, Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Sekeluarga Bisa Tes Usap Gratis Jika Ada Anggota Positif Covid-19

Sekeluarga Bisa Tes Usap Gratis Jika Ada Anggota Positif Covid-19

Nasional
Mendagri: Kampanye Pertemuan Terbatas Hanya di Daerah Sulit Sinyal

Mendagri: Kampanye Pertemuan Terbatas Hanya di Daerah Sulit Sinyal

Nasional
Operasi Yustisi 24 September: 143.260 Ditegur, Satu Disanksi Kurungan

Operasi Yustisi 24 September: 143.260 Ditegur, Satu Disanksi Kurungan

Nasional
Dirjen Dukcapil Minta Pemda Koreksi Angka Kematian

Dirjen Dukcapil Minta Pemda Koreksi Angka Kematian

Nasional
Alasan KPU Masih Bolehkan Kampanye Pertemuan Terbuka di Pilkada 2020

Alasan KPU Masih Bolehkan Kampanye Pertemuan Terbuka di Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X