Resmikan Tol Kunciran-Serpong, Jokowi Harap Warga Tak Lagi Tua di Jalan

Kompas.com - 06/12/2019, 16:53 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Ruas Tol Kunciran-Serpong. Acara peresmian dilakukan di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/12/2019) pukul 16.00 WIB. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan Tol Ruas Tol Kunciran-Serpong. Acara peresmian dilakukan di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/12/2019) pukul 16.00 WIB.
Penulis Ihsanuddin
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meresmikan  Tol Kunciran-Serpong.

Acara peresmian dilakukan di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, pada Jumat (6/12/2019) pukul 16.00 WIB.

Jokowi menyatakan, Tol Kunciran-Serpong ini dibangun karena keluhan warga di Tangerang dan Tangerang Selatan yang kerap terjebak macet saat menuju ke Jakarta.

"Banyak yang mengeluh, pak kita ini tua di jalan karena macet," kata Jokowi saat peresmian.

Baca juga: Jokowi: Tol Kunciran-Serpong Dorong Integrasi Kawasan Industri Banten-Jakarta

Oleh karena itu, Jokowi berharap Tol Kunciran-Serpong yang merupakan salah satu ruas dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 ini bisa mengurangi kemacetan dari Jakarta ke wilayah Tangerang.

Selain untuk mobilitas orang, Jokowi juga menyatakan tol ini penting untuk distribusi barang dan logistik, apalagi Banten juga memiliki banyak kawasan industri.

"Jalan tol ini bisa mempercepat gerak perekonomian Banten sebagai wilayah penyangga ibu kota Jakarta. Dengan demikian, ekonomi Banten bisa bergerak lebih cepat lagi," kata dia.

Tol Kunciran-Serpong terbagi atas dua paket pekerjaan, yaitu paket 1 Kunciran-Parigi sepanjang 6,7 kilometer yang digarap oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Paket 2 Parigi-Serpong sepanjang 4,4 kilometer yang digarap PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Acset Indonusa Tbk (KSO).

Baca juga: Presiden Resmikan Tol JORR 2 Ruas Kunciran-Serpong

Pembangunan Tol Kunciran-Serpong menelan dana sekitar Rp 2 triliun. Rinciannya, nilai kontrak paket I Rp 1,4 triliun, sedangkan paket II senilai Rp 600,3 miliar.

Sumber pendanaannya diusahakan sendiri oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pemegang konsesi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka 'Hotline' Pengaduan

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka "Hotline" Pengaduan

Nasional
Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Nasional
Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Nasional
Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Nasional
Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Nasional
Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nasional
Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Nasional
UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

Nasional
UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

Nasional
UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

Nasional
UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

Nasional
Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X