Banyak Kader Incar Kursi Ketum, PAN Yakin Tak Bakal Pecah

Kompas.com - 06/12/2019, 08:50 WIB
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019) KOMPAS.com/HaryantipuspasariWakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mauladi merasa yakin bahwa Kongres PAN yang akan dilangsungkan pada Februari-Maret 2020 akan berjalan kondusif.

Saat ini, sudah ada beberapa nama yang telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon ketua umum PAN. Menurut dia, meski kandidat cukup banyak, hal itu tidak akan membuat dinamika pemilihan berjalan panas.

"PAN merupakan partai yang lahir dari rahim demokrasi. Di dalamnya, PAN menganut sistem penentuan untuk pengambilan keputusan secara demokratis. Jadi, suasana tertib, aman, itu merupakan bagian dari proses-proses politik di PAN," kata Viva di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: PAN Dorong Kader Maju Pilkada, Tak Pasang Target Muluk-muluk

Demokratisasi yang terbangun di internal PAN, sebut dia, tidak terlepas dari kesadaran politik di antara kader PAN, di mana toleransi dan rasa saling menghargai pendapat selalu dikedepankan.

Meski demikian, nantinya steering committee akan tetap memastikan agar jalannya Kongres PAN tetap sesuai dengan koridor anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

"Itu prinsip dasar cara membangun demokrasi di internal PAN, dan selama ini telah berjalan dengan baik," kata dia.

"Kami di SC merasa yakin, siapa pun kandidatnya, berapa pun kandidatnya, suasana kompetisi itu adalah bagian dari demokrasi internal, dan proses kompetisinya itu adalah pertandingan persahabatan saja," imbuh Viva.

Baca juga: Waketum: Ada 4 Kader yang Deklarasikan Diri Jadi Bakal Calon Ketum PAN

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto mengatakan, sejauh ini sudah ada empat kader yang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon ketua umum.

Mereka adalah Ketua Umum petahana Zulkifli Hasan, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, mantan Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap, serta Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo.

Totok menyatakan, dalam sebuah kontestasi, sangat wajar bila posisi ketua umum direbutkan oleh lebih dari satu calon. Meski demikian, ia meyakini bahwa PAN tidak akan pecah pasca- kongres berlangsung.

"Jadi jangan ada yang pernah berpikir PAN akan ada ini itu seperti partai lain. Bagi PAN, insya Allah itu tidak ada," ujarnya.

"Karena pesan rakernas itu secara eksplisit sudah disampaikan bersatu meraih kemenangan, jadi semua harus dilandasi oleh keinginan membangun pan secara bersama-sama dan menang pada 2024," tutup Totok.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepengurusan Gerindra 2020-2025: Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Edhie Prabowo Jadi Wakil Ketua Dewan Pembina

Kepengurusan Gerindra 2020-2025: Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Edhie Prabowo Jadi Wakil Ketua Dewan Pembina

Nasional
Jika Perppu tentang Pilkada Kembali Diterbitkan, KPU Usulkan 5 Hal Ini

Jika Perppu tentang Pilkada Kembali Diterbitkan, KPU Usulkan 5 Hal Ini

Nasional
UPDATE 19 September: Sebaran 4.168 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 19 September: Sebaran 4.168 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
KPK Siap Selidiki Keterlibatan Nama Lain dalam Kasus Jaksa Pinangki

KPK Siap Selidiki Keterlibatan Nama Lain dalam Kasus Jaksa Pinangki

Nasional
Sebelum Positif Covid-19, Komisioner KPU Pramono Ubaid Berkunjung ke Makassar dan Depok

Sebelum Positif Covid-19, Komisioner KPU Pramono Ubaid Berkunjung ke Makassar dan Depok

Nasional
Kebijakan KBK Picu Lonjakan Layanan Tidak Langsung di FKTP

Kebijakan KBK Picu Lonjakan Layanan Tidak Langsung di FKTP

Nasional
Soal Kemungkinan Pilkada Ditunda, Ketua KPU: Belum Ada Pikiran Itu

Soal Kemungkinan Pilkada Ditunda, Ketua KPU: Belum Ada Pikiran Itu

Nasional
Senin Depan, Bareskrim Periksa 12 Saksi Kasus Kebakaran Kejagung

Senin Depan, Bareskrim Periksa 12 Saksi Kasus Kebakaran Kejagung

Nasional
UPDATE 19 September: Ada 107.863 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 19 September: Ada 107.863 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Setelah Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi Positif Covid-19

Setelah Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 19 September: 44.543 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 19 September: 44.543 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Kasus Baru Covid-19 Bertambah 4.168, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian

Kasus Baru Covid-19 Bertambah 4.168, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 3.576, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 174.350

UPDATE 19 September: Bertambah 3.576, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 174.350

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 112, Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 9.448 Orang

UPDATE 19 September: Bertambah 112, Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 9.448 Orang

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 4.168, Kini Ada 240.687 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 September: Bertambah 4.168, Kini Ada 240.687 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X