BNN: Penyalah Guna Narkoba di Indonesia Naik 0,03 Persen

Kompas.com - 06/12/2019, 06:05 WIB
Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Heru Winarko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Heru Winarko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional ( BNN) menyebutkan, tingkat penyalah guna narkotika dan obat-obatan berbahaya mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen.

"Narkoba ini bukan hanya di Indonesia, ya. Di seluruh dunia hampir sama, tetapi di Indonesia meningkat 0,03 persen," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019), dikutip dari Antara.

Menurut dia, jumlah penyalah guna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai lebih kurang 3,6 juta orang dari rentang usia 15-65 tahun.

Baca juga: Jelang Pemindahan Ibu Kota, BNN Antisipasi Masuknya Jaringan Narkoba

Ia mengatakan, jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, yang terdata mencapai sekitar 63 persen.

"Yang paling banyak menggunakan, 63 persen adalah jenis ganja. Jadi kita sekarang fokus di Aceh, di beberapa daerah, pemusnahan lahan-lahan ganja kita lakukan," katanya.

Heru memastikan berbagai upaya terus dilakukan BNN untuk mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba, termasuk menyosialisasikan agar jangan sekali-kali mencoba narkoba.

Baca juga: Temui Mahfud MD, BNN Minta Solusi soal Terpidana Mati Kasus Narkoba

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, persoalan narkoba sudah menjadi persoalan yang dihadapi banyak negara.

"Memang narkotika itu tidak pernah ada satu negara saja yang terlibat. Kalau dia sudah sindikat internasional," katanya.

Menurut Arman, masuknya narkoba biasanya dari Malaysia sebagai transit, sedangkan sumber barang berasal dari sindikat di Laos, Myanmar, dan Thailand.

"Nah, dari sini sudah jelas kita lihat bahwa sindikat yang terlibat terdiri dari beberapa kebangsaan. Kalau kita lihat dari sumber barangnya maka juga mereka berada di teritorial beberapa negara," katanya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X