Wapres Ma'ruf: Semula Dikira Munas Golkar Panas, Ternyata...

Kompas.com - 05/12/2019, 21:57 WIB
Wakil Presiden KH Maruf Amin (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Ketua Panitia Munas Melchias Markus Mekeng usai menutup Musyawarah Nasional (Munas) partai berlogo pohon beringin itu di Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam. Munas Partai Golkar 2019 ini memutuskan Airlangga Hartarto kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum untuk periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAWakil Presiden KH Maruf Amin (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Ketua Panitia Munas Melchias Markus Mekeng usai menutup Musyawarah Nasional (Munas) partai berlogo pohon beringin itu di Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam. Munas Partai Golkar 2019 ini memutuskan Airlangga Hartarto kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum untuk periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, awalnya publik menduga pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar X akan berlangsung panas.

Sebabnya, di awal pelaksanaan Munas Golkar, ada dua kelompok yang berseberangan yakni kubu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Namun, Ma'ruf mengatakan dugaan tersebut keliru lantaran Munas Golkar berjalan lancar.

"Semula ada yang mengira Munas Golkar ini akan panas. Tapi ternyata dugaan itu keliru. Karena Partai Golkar ternyata Munasnya berjalan lancar sejuk. kata orang NU, katanya, sebelum Munas, gegeran. Sesudah munas ger-geran," kata Ma'ruf saat menutup Munas Golkar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Struktur Kepengurusan Golkar Disahkan Paling Lambat Februari 2020

Ma'ruf bersyukur Munas Golkar berjalan lancar. Sebab, hal tersebut mendukung terwujudnya situasi politik nasional yang kondusif.

Ma'ruf meminta dinamika sebelum berlangsungnya Munas Golkar yakni persaingan antara Airlangga dan Bambang disudahi. Dengan demikian, Golkar bisa turut menciptakan situasi perpolitikan nasional yang kondusif.

"Gegeran itu ribut, tapi setelah Munas saling pelukan dan mendukung. Dan itu kita lihat dari ucapan ketum. Memang ada ungkapan yang mengatakan yang sudah lewat, lewat saja. Tapi kita membangun ke depan," lanjut mantan Rais Aam PBNU itu.

Baca juga: Airlangga Intruksikan Kader Golkar di Parlemen Dukung Regulasi Pro-Investasi

Sebelumnya, Forum Musyawarah Nasional Partai Golkar menyepakati dan menetapkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum periode 2019-2024 secara aklamasi.

Aklamasi itu terjadi setelah 558 pemilik suara menerima laporan pertanggungjawaban dan mendukung penuh Airlangga untuk memimpin Partai Golkar periode 2019-2024.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X