Erick Thohir Nilai Banyak Anak dan Cucu Perusahaan Bikin BUMN Sakit

Kompas.com - 05/12/2019, 14:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahwa banyaknya BUMN yang memiliki anak dan cucu perusahaan membuat perusahaan yang semula sehat menjadi sakit akibat ulah oknum-oknumnya.

Hal tersebut disampaikan Erick berkaitan dengan adanya pejabat salah satu BUMN maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang menyalahgunakan wewenangnya dengan membeli barang ilegal.

Erick mengatakan, ia akan mengeluarkan keputusan menteri (kepmen) tentang pembentukan anak dan cucu perusahaan.

"Harus ada alasannya (pembentukan anak/cucu perusahaan), bukannya dipakai oleh oknum BUMN yang sudah sehat jadi sakit," kata Erick usai bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Erick Thohir Ingatkan Direksi Garuda Harus Berjiwa Samurai

Menurut Erick, hal-hal seperti itu justru banyak terjadi saat ini.

Banyak BUMN yang anak cucu perusahaannya terlalu banyak sehingga ia ingin merapikan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick yakin bahwa hal tersebut pun akan menyulitkan setiap menteri yang memimpin Kementerian BUMN.

"Saya pun yakin siapa pun menterinya tidak mudah, jadi saya juga tidak mau misalnya apa yang saya lakukan hari ini (dinilai) oh karena tidak suka dengan menteri-menteri BUMN sebelumnya, enggak lah! Justru ini yang kita mau rapikan," kata dia.

Dia mengatakan, dengan mengurangi jumlah perusahaan, hal itu akan lebih baik bagi BUMN itu sendiri.

Apalagi, kata dia, dari Rp 210 triliun, hanya ada untung 73 persen atau senilai Rp 154-156 triliun. Jumlah tersebut hanya dari 15 BUMN saja.

"Ya kan terlalu banyak berarti," kata dia.

Baca juga: Erick Thohir: Saya Minta Mundur, Kalau Perlu Hari Ini!

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai mendapati barang-barang ilegal berupa onderdil sepeda motor Harley Davidson saat pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh maskapai Garuda tiba di Indonesia pada pertengahan November 2019.

Pesawat anyar itu didatangkan dari pabrikan Airbus di Perancis. Ternyata, onderdil ini dibawa oleh karyawan Garuda Indonesia.

Adapun nilai onderdil motor itu disebutkan sekitar Rp 50 juta untuk biaya pajaknya.

Terkait hal itu, Erick Thohir ingin agar pejabat yang terlibat dalam kejadian tersebut mundur dari jabatannya di Garuda.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.