Polisi Disebut Tak Beri Surat Penangkapan Saat Tangkap Mahasiswa Papua di Depok

Kompas.com - 04/12/2019, 21:01 WIB
Suasana sidang praperadilan enam tersangka pengibar bendera Bintang Kejora terhadap Polda Metro Jaya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019). Ardito RamadhanSuasana sidang praperadilan enam tersangka pengibar bendera Bintang Kejora terhadap Polda Metro Jaya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi disebut tidak menyerahkan surat penangkapan saat menangkap dua mahasiswa Papua, Charles Kosay dan Anes Tambuni, di asrama mahasiswa Papua di Depok, Jumat (30/8/2019) lalu.

Hal itu diungkapkan saksi, yakni Yumilda Kaciana dan Vonny Kogoya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Yumilda mengatakan, polisi yang datang hanya membacakan dan menunjukkan surat penangkapan. Padahal, semestinya polisi juga menyerahkan surat tersebut kepada orang yang akan diamankan.

"(Polisi) tidak (menyerahkan), hanya ditunjukkan (surat penangkapan). Saya mau foto tapi tidak diperbolehkan, semua handphone penghuni asrama dirampas dan disita saat itu," kata saksi Kaciana.

Baca juga: Tuntut Referendum, Aksi Mahasiswa Papua di Ambon Dibubarkan Polisi

Tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu, Belasan polisi berpakaian preman langsung merangsek masuk ke dalam asrama dan mengamankan Charles Kosay dan Anes Tambuni.

Saksi lainnya, Vonny menambahkan, polisi memang sempat membacakan secarik surat yang diklaim polisi sebagai surat penangkapan.

Namun, lantaran suasana saat itu ricuh, para mahasiswa tidak dapat mendengar jelas apa yang dibacakan.

"Cuma baca nama, saya tidak mendengar jelas karena saat itu banyak orang, polisi maupun kita penghuni asrama, berisik, yang jelasnya saya hanya mendengar nama," kata Vonny.

Selain itu, lanjut Vonny, polisi yang datang tidak didampingi Kepala RT atau RW setempat. Polisi juga tidak menunjukkan surat penggeledahan dan penyitaan.

Baca juga: Pansus DPD Temui Mahfud MD, Minta Mahasiswa Papua Dibebaskan

Padahal, bersamaan dengan penangkapan itu, polisi melakukan penggeledahan serta penyitaan sejumlah barang. Mulai dari buku, laptop, kaos dan selendang bermotif bendera bintang kejora.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Nasional
Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Nasional
ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Nasional
Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Nasional
Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Nasional
Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Nasional
Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Nasional
Marzuki Alie Akan Hadir di KLB Demokrat, Minta Keanggotaannya Dipulihkan

Marzuki Alie Akan Hadir di KLB Demokrat, Minta Keanggotaannya Dipulihkan

Nasional
Geledah Apartemen Jimmy Sutopo, Kejagung Temukan 36 Lukisan Berlapis Emas

Geledah Apartemen Jimmy Sutopo, Kejagung Temukan 36 Lukisan Berlapis Emas

Nasional
Diundang ke KLB Demokrat, Marzuki Alie: Saya Sudah Dipecat, Tentu Harus Hadir

Diundang ke KLB Demokrat, Marzuki Alie: Saya Sudah Dipecat, Tentu Harus Hadir

Nasional
Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Tunai Rp 1,4 Miliar, 10.000 Dolar AS dan 190.000 Dolar Singapura

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Tunai Rp 1,4 Miliar, 10.000 Dolar AS dan 190.000 Dolar Singapura

Nasional
GAMKI Tolak Dikaitkan dengan Isu KLB Partai Demokrat

GAMKI Tolak Dikaitkan dengan Isu KLB Partai Demokrat

Nasional
Akan Berakhir Pekan Depan, Perpanjangan PPKM Mikro Masih Dibahas

Akan Berakhir Pekan Depan, Perpanjangan PPKM Mikro Masih Dibahas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X