Fadli Zon: Seharusnya Polisi Bantu Amankan Hakim

Kompas.com - 04/12/2019, 12:12 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta kepolisian menginvestigasi kematian hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin. 

Fadli menduga kematian hakim tersebut terkait dengan perkara yang ia tangani dan mengakibatkan pihak tertentu merasa dirugikan. 

"Sebab putusan di pengadilan adalah putusan yang melalui pertimbangan. Dan yang pasti ada orang suka dan enggak suka. Itu ke depan (kasus kematian hakim ini) harus diinvestigasi," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Menelusuri Fakta Kematian Hakim PN Medan, Tewas di Dalam Mobil hingga Diduga Orang Dekat

Fadli juga menyarankan agar kasus ini menjadi perhatian serius Komisi III DPR, khsususnya terkait pengamanan bagi hakim yang sedang menangani perkara tertentu.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR itu, seharusnya ada anggota kepolisian yang memberikan pengawalan selama penanganan perkara.

"Bisa dari mana saja, dari polisi juga enggak masalah. Terutama (pengamanan itu) dalam periode tertentu ya baik saat sebelum atau setelah mengambil keputusan. Sampai kemudian setelahnya. Harusnya ada pihak kepolisian bantu amankan," kata Fadli. 

Baca juga: Hakim PN Medan Tewas, Polisi: Ada Bekas Jeretan di Leher Korban

Sebelumnya, hakim Jamaluddin, warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor itu ditemukan meninggal dunia di area kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Pada saat ditemukan, korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua.

Ia ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dan wajah mengarah ke bagian depan.

Usai menjalani otopsi di RS Bhayangkara Medan, jenazah hakim Jamaluddin (55) langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11/2019) subuh. 

 

Kompas TV

Pengadilan Negeri Medan mengganti hakim Jamaluddin yang ditemukan tewas di dalam mobilnya. Menurut Ketua Pengadilan Negeri Medan penggantian bertujuan agar perkara yang sebelumnya ditangani Jamaluddin bisa diselesaikan.

Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya di areal perkebunan sawit di Deli Serdang Jumat (29/11/2019) pekan lalu. Jamaluddin adalah Humas Pengadilan Negeri Medan yang juga beracara menangani beberapa perkara.

 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X