Bamsoet Mundur, Airlangga Sebut Dinamika Munas Golkar Jadi Berbeda

Kompas.com - 04/12/2019, 06:21 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) meninggalkan ruangan usai membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Agenda munas ini digelar untuk menentukan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz MUHAMMAD ADIMAJAPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) meninggalkan ruangan usai membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Agenda munas ini digelar untuk menentukan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebut dinamika Musyawarah nasional (Munas) Golkar berbeda menyusul mundurnya Wakil Bidang Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari bursa pencalonan ketua umum.

"Dengan mundurnya Pak Bamsoet ini tentu dinamikanya menjadi berbeda. Karena Bamsoet juga memberikan dukungan kepada saya dan tentunya ini akan menjadi bahan dalam pemandangan umum dalam sidang besok. Jadi kita tunggu sampai padangan umum besok," ujar Airlangga di arena Munas di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Sebelumnya, Bamsoet dan Airlangga sempat bertemu secara empat mata. Pertemuan tersebut, kata Airlangga, merupakan upaya keduanya membangun soliditas Golkar.

Baca juga: Sekjen Golkar: Airlangga Hartarto Berpeluang Jadi Calon Presiden 2024


Airlangga menyatakan pertemuan itu tidak ada campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengingat, kata dia, pertemuan tersebut berlangsung saat santap siang yang dilanjutkan dengan keterangan pers bersama sesudah bertemu dengan sejumlah tokoh senior.

Seperti Luhut Binsar Panjaitan, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, dan Agung Laksono. "Sebetulnya kita sudah berkonsultasi," katanya.

Diberitakan, mundurnya Bambang Soesatyo dilakukan menjelang Musyarawah Nasional atau Munas Partai Golkar yang berlangsung pada Selasa malam ini.

Kabar ini diungkap politisi Partai Golkar yang juga ketua tim pemenangan Bambang Soesatyo, Ahmadi Noor Supit.

Baca juga: Saat Jokowi Tantang Peserta Munas Golkar soal Intervensi Istana...

Menurut dia, langkah ini diambil untuk mencegah perpecahan partai berlambang beringin itu.

"Demi menjaga perpecahan di partai, mencegah perpecahan, maka dengan kesadaran penuh, dengan sangat terpaksa demi partai, saya katakan kemudian Mas Bambang Soesatyo mengundurkan diri dari pencalonan," ucap Supit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X