Cerita Kalla yang Tak Pernah Didukung Golkar Saat Ikut Pilpres

Kompas.com - 03/12/2019, 20:20 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, usai menghadiri sebuah diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaMantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, usai menghadiri sebuah diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla bercerita soal dirinya yang tak pernah didukung oleh Golkar saat mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Dua kali Kalla mencalonkan diri sebagai wapres, dua kali pula Golkar tak mendukungnya. 

"Saya sedikit unik, saya dua kali wapres tidak pernah didukung Golkar," ujar Kalla dalam sebuah diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Pertama, pada Pilpres 2004, Golkar memberikan dukungannya pada Wiranto setelah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu memenangkan konvensi Golkar.

Baca juga: Jokowi, Megawati, hingga Prabowo Hadiri Pembukaan Munas Golkar

Saat itu, Wiranto berpasangan dengan Salahuddin Wahid. Namun, ia harus kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan dengan Kalla.

Hal yang sama terjadi pada Pilpres 2014. Saat itu, JK mencalonkan diri sebagai wakil presiden berpasangan bersama Joko Widodo.

Namun, dukungan Golkar justru diberikan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Jadi saya tidak ada nasib didukung partai," ujar Kalla.

Baca juga: Jusuf Kalla Setuju Pemilihan Caketum Golkar Dilakukan Lewat Aklamasi

Meski begitu, Kalla mengaku tetap mencintai Golkar. Hal ini dibuktikan dengan loyalitasnya terhadap partai berlambang beringin itu.

"Saya tidak pernah pindah partai walaupun banyak yang mengajak. Saya terlalu tua untuk pindah partai," kata Kalla. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X