KY Akan Koordinasi dengan MA Bahas Upaya Peningkatan Pengamanan Hakim

Kompas.com - 03/12/2019, 10:49 WIB
Ketua KY Jaja Ahmad Jayus usai melaksanakan wawancara terbuka seleksi calon hakim ad hoc hubungan industrial di Kantor KY, Senen, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKetua KY Jaja Ahmad Jayus usai melaksanakan wawancara terbuka seleksi calon hakim ad hoc hubungan industrial di Kantor KY, Senen, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Yudisial ( KY) Jaja Ahmad Jayus mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung ( MA) terkait upaya meningkatkan pengamanan terhadap para hakim.

Hal itu menyusul peristiwa ditemukannya hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin dalam kondisi tak bernyawa di dalam mobil.

"Memang perlu ada pengamanan secara khusus kepada hakim. Nanti kita akan bersama-bersama Mahkamah Agung akan mendorong agar hakim nantinya perlu mendapatkan peningkatan pengamanan tentunya," kata dia saat dihubungi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Dugaan Pembunuhan di Medan, KY Minta Hakim Lebih Waspada


Jaja menuturkan, dalam menjalankan tugas, hakim biasanya mendapatkan pengawalan dari kepolisian. Meski demikian, pengawalan itu tidak selalu melekat dalam keseharian hakim. Oleh karena itu, KY akan mendiskusikan hal tersebut lebih jauh bersama MA.

Saat ini, KY sendiri sedang mendalami sumber masalah yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

"Intinya KY dengan berbagai sumbernya nanti kita akan lihat apa penyebabnya. Apakah itu kecelakaan atau persoalan lain tentunya KY akan melakukan suatu pendalaman terhadap berita yang kita peroleh tentunya," ujarnya.

Di sisi lain, Jaja meminta seluruh hakim di daerah untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya.

"Dengan kejadian ini, kami mengimbau ke depan harus hati-hati. Bagaimanapun juga ketika menangani perkara tentunya ada yang menghargai putusan dan ada yang keberatan terhadap putusan itu," kata Jaja.

Oleh karena itu, kata Jaja, hakim yang menangani perkara harus benar-benar waspada atas segala risiko yang timbul dari hasil putusan perkara tersebut.

"Harus diperhatikan dengan jeli, risiko masalah yang bisa muncul itu harus diperhatikan dan harus hati-hati," kata dia.

Hakim Jamaluddin, warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor itu ditemukan meninggal dunia di area kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Baca juga: Hakim PN Medan Tewas, Penyelidikan Polisi Sudah Mengarah ke Pelaku

Pada saat ditemukan, korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua.

Ia ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dan wajah mengarah ke bagian depan.

Usai menjalani otopsi di RS Bhayangkara Medan, jenazah hakim Jamaluddin (55) langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11) subuh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diaz Hendropriyono: Tak Ada Eks Koruptor yang Kami Calonkan di Pilkada

Diaz Hendropriyono: Tak Ada Eks Koruptor yang Kami Calonkan di Pilkada

Nasional
Diperiksa KPK soal Kasus Distribusi Gula, Komut PTPN III: Kami Dukung KPK

Diperiksa KPK soal Kasus Distribusi Gula, Komut PTPN III: Kami Dukung KPK

Nasional
Jadi Ketua Wantimpres, Begini Wara-wiri Wiranto di Dunia Politik dan Militer...

Jadi Ketua Wantimpres, Begini Wara-wiri Wiranto di Dunia Politik dan Militer...

Nasional
Cek Rekam Jejak Calon Dewan Pengawas KPK, Jokowi Harap Tak Ada 'Bully'

Cek Rekam Jejak Calon Dewan Pengawas KPK, Jokowi Harap Tak Ada "Bully"

Nasional
BMKG: Tiga Hari ke Depan Hujan Turun di Jabodetabek dari Siang hingga Sore

BMKG: Tiga Hari ke Depan Hujan Turun di Jabodetabek dari Siang hingga Sore

Nasional
Komnas HAM: Aktivitas Jurnalis Terkait Isu HAM Tak Boleh Dihalangi

Komnas HAM: Aktivitas Jurnalis Terkait Isu HAM Tak Boleh Dihalangi

Nasional
Ini Langkah Kemenhub untuk Lancarkan Lalu Lintas Nataru

Ini Langkah Kemenhub untuk Lancarkan Lalu Lintas Nataru

Nasional
Angkie Yudistia Ingin Penyandang Disabilitas Ikut Kontestasi Pilkada 2020

Angkie Yudistia Ingin Penyandang Disabilitas Ikut Kontestasi Pilkada 2020

Nasional
Soekarwo, Mantan Gubernur Jatim dan Eks Kader Demokrat yang Kini Jadi Wantimpres

Soekarwo, Mantan Gubernur Jatim dan Eks Kader Demokrat yang Kini Jadi Wantimpres

Nasional
Mardiono, Waketum PPP yang Ditunjuk Jadi Wantimpres Jokowi

Mardiono, Waketum PPP yang Ditunjuk Jadi Wantimpres Jokowi

Nasional
Habib Luthfi bin Yahya, Ulama Karismatik yang Ditunjuk jadi Anggota Wantimpres

Habib Luthfi bin Yahya, Ulama Karismatik yang Ditunjuk jadi Anggota Wantimpres

Nasional
Putri Kuswisnu Wardani, Bos Mustika Ratu yang Jadi Wantimpres Jokowi

Putri Kuswisnu Wardani, Bos Mustika Ratu yang Jadi Wantimpres Jokowi

Nasional
MA Kurangi Hukuman Eks Bupati Buton Samsu Umar Samiun Jadi 3 Tahun

MA Kurangi Hukuman Eks Bupati Buton Samsu Umar Samiun Jadi 3 Tahun

Nasional
Massa Demo di Depan Mabes Polri, Minta Polisi Proses Sukmawati hingga Gus Muwafiq

Massa Demo di Depan Mabes Polri, Minta Polisi Proses Sukmawati hingga Gus Muwafiq

Nasional
Ditunjuk Jokowi Jadi Wantimpres, Ini Profil Bos Medco Arifin Panigoro

Ditunjuk Jokowi Jadi Wantimpres, Ini Profil Bos Medco Arifin Panigoro

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X