Wacana Presiden Dipilih MPR Dinilai Bertentangan dengan Konsep Presidensial

Kompas.com - 01/12/2019, 16:25 WIB
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramdhanil dalam sebuah diskusi di Jalan Wahid Hasyim, Minggu (18/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramdhanil dalam sebuah diskusi di Jalan Wahid Hasyim, Minggu (18/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menyatakan, munculnya wacana presiden dipilih oleh MPR justru bertentangan dengan konsepsi sistem presidensial yang dianut Indonesia.

"Sebab, dalam konsep sistem pemerintahan presidensil, presiden dipilih oleh rakyat, karena mandatnya adalah mandat langsung dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan," kata Fadli dalam keterangan pers, Minggu (1/12/2019).

Presiden, lanjut dia, tidak boleh menjadi subordinasi dari kekuasaan legislatif dalam hal apapun, termasuk di dalam pemilihannya.

Sebab, presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negara.

Fadli juga mengkritik jika pihak yang mewacanakan hal tersebut menggunakan alasan untuk menghemat biaya politik dan mengatasi potensi konflik masyarakat.

Ia menilai, alasan tersebut merupakan bentuk kegagalan dalam memahami persoalan yang ada.

Baca juga: PBNU Usul Presiden Dipilih MPR, PPP Masih Tunggu Respons Publik

"Biaya politik yang tinggi tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai akibat dari pemilihan langsung. Haruslah dijawab terlebih dahulu, dengan data yang sangat valid, untuk pos apakah pengeluaran uang peserta pemilu paling besar," kata Fadli.

Alih-alih mewacanakan hal tersebut, Fadli mendorong evaluasi menyeluruh terkait penyebab biaya politik tinggi dan konflik di masyarakat akibat kontestasi politik.

"Terhadap tindakan-tindakan yang menjadi penyebabnya tadilah harusnya langkah evaluasi mesti dilakukan," kata dia.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) mengusulkan supaya pemilihan presiden digelar secara tidak langsung dan dikembalikan ke MPR.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X