Nadiem Sebut Pemerataan Guru Bergantung pada Pemerintah Daerah

Kompas.com - 01/12/2019, 08:06 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim di Kantor Kemendikbud, Sabtu (30/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comMendikbud Nadiem Makarim di Kantor Kemendikbud, Sabtu (30/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menekankan, pemerataan kualitas guru bergantung pada pemerintah daerah.

"Jangan lupa ya kesuksesan pemerataan guru, kuantitas dan kualitas guru itu sangat tergantung kepada kesiapan pemerintah daerah," ujar Nadiem kepada wartawan di kantornya Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Baca juga: Dian Sastro: Tak Semua Pelaku Industri Film Peduli Pendidikan

Sedangkan pemerintah pusat hanya membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan pemerataan itu. Tapu ujung tombaknya tetap berada di pemerintah daerah.

"Tugas pemerintah pusat itu melayani dan membantu pemerintah daerah melaksanakan pemerataan. Karena mereka yang akan mengangkat guru, mereka yang mendistribusikan guru di dalam daerahnya masing-masing," lanjut Nadiem.

Oleh sebab itu, Nadiem berharap pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dengan baik dalam hal mewujudkan pemerataan kualitas guru.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Peninjauan Kembali UN Bukan Sekadar Wacana Hapus-Menghapus

"Jadi itulah kerjasama, gotong-royong antara kita dan pemerintah daerah sebenarnya. Sebab guru itu bukan ada di pusat. Itu juga salah satu tantangan utama bagi kami," tambah Nadiem.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo berpesan kepada Menteri Nadiem mengenai pemajuan pendidikan di Tanah Air.

Beberapa poin yang disampaikan, yakni pemerataan kualitas pendidikan Indonesia, standardisasi kualitas pendidikan, kurikulum dan penerapan teknologi dalam sistem pendidikan.

Baca juga: Guru dan Tantangan Pendidikan Karakter

Jokowi mengatakan bahwa wilayah Indonesia bukan hanya Jakarta, melainkan ada provinsi-provinsi lain.

"Pak Mendikbud, tolong dilihat betul negara kita bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ada 17.000 pulau, 514 kabupaten/kota," kata Jokowi.

Nadiem pun diminta betul-betul memperhatikan wilayah lain di Indonesia. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X