Ketua KPU: Saya Dulu Digoda, Dijuluki Penemu Kotak Kardus...

Kompas.com - 29/11/2019, 17:24 WIB
Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman mengungkit soal kotak suara kardus yang sempat menjadi polemik jelang pemungutan suara pemilu, April 2019 lalu.

Arief bercerita, kala itu, dirinya dijuluki sebagai penemu kotak suara kardus karena baru pada tahun 2019 lah pemilu di seluruh daerah menggunakan kotak suara berbahan kardus atau karton kedap air.

Hal ini disampaikan Arief dalam rapat kerja kesiapan pilkada dengan KPU Jawa Tengah, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Lebih Hemat Anggaran, Tito Karnavian Dorong Dukcapil dan KPU Lakukan Kajian e-Voting

"Saya waktu itu digodai, digoda dan dijuluki, penemu kotak kardus," kata Arief disambut tawa peserta rapat yang hadir.

Arief mengklaim, meskipun menuai polemik, kotak suara kardus yang dibuat oleh KPU lebih baik ketimbang kotak suara berbahan aluminium.

Bahkan, jika dibandingkan dengan kotak suara di negara-negara lain, kotak suara kardus yang digunakan di Indonesia berbahan lebih tebal.

Di Meksiko dan Taiwan, kotak suara pemilu berbahan kardus yang lebih tipis.

"Tapi nggak pakai ribut di sana. Di sana pemilunya tenang-tenang dan semua dipercaya," ujar Arief.

Baca juga: Mendagri Dorong KPU Lakukan Kajian E-Voting, Apa Itu?

Arief mengatakan, dirinya sebenarnya ingin kotak suara yang digunakan di pemilu dibuat menyerupai brankas. Desain seperti ini dinilai Arief paling aman.

"Jadi pakai (kode) kombinasi gitu. Jadi kalau mau ngitung (suara) dibawa ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) harus menemukan kombinasinya dulu," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X