Survei: 45,8 Persen Responden Nilai Pembelaan Jokowi terhadap Semua Agama Sudah Baik

Kompas.com - 29/11/2019, 16:34 WIB
Ketua DPP PPP Qoyum Abdul Jabar, Peneliti LIPI Siti Zuhro, Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dan Anggota DPR Nasir Djamil di Kantor PPI, Jakarta, Jumat (29/11/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANKetua DPP PPP Qoyum Abdul Jabar, Peneliti LIPI Siti Zuhro, Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dan Anggota DPR Nasir Djamil di Kantor PPI, Jakarta, Jumat (29/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Parameter Politik Indonesia ( PPI) menunjukkan bahwa 45,8 persen dari 1.000 responden menyatakan pembelaan atau dukungan Presiden Joko Widodo terhadap kepentingan dan aspirasi setiap umat beragama sudah baik.

Hal itu berdasarkan survei PPI yang proses pengumpulan datanya berlangsung pada 5-12 Oktober 2019.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyatakan, responden diberikan pertanyaan, "Menurut Anda, bagaimana pembelaan dan dukungan Presiden Joko Widodo terhadap kepentingan dan aspirasi agama Anda?"

Hasilnya, 45,8 persen menjawab sudah baik, 31,5 persen menjawab belum baik dan 22,7 persen responden memilih tidak menjawab.


"Tak perlu lagi menuding pemerintah anti-umat dan kriminalisasi ulama. Sebab, mayoritas masyarakat menilai puas atas kinerja Jokowi terhadap semua agama," ucap Adi di kantor PPI, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Survei: 81,4 Persen Responden Sepakat Pancasila dan Agama Sama Penting

Adi memaparkan, secara spesifik, responden beragama Islam yang menjawab sudah baik sebanyak 42,4 persen; 33,2 persen menilai belum baik; dan 24,4 persen memilih tidak menjawab.

Sementara responden yang bukan beragama Islam yang menjawab sudah baik sebanyak 65,8 persen; belum baik sebanyak 21,9 persen dan tidak menjawab sebanyak 12,3 persen.

Menurut Adi, sudah saatnya negara dan seluruh umat beragama menghindari narasi-narasi negatif dan fokus pada isu-isu yang konstruktif.

Seperti, pengentasan kemiskinan, membangun institusi pendidikan murah dan gratis bagi kelompok miskin, membantu membuka lapangan pekerjaan baru, dan lainnya.

"Bukan lagi terbatas pada isu agama yang itu-itu saja. Habis energi bangsa ini jika hanya dipertontonkan konfrontasi, saling curiga, saling fitnah dan memusuhi. Sudah lelah bangsa ini disuguhi dengan isu-isu agama yang tak berkesudahan," kata dia.

"Di penghujung akhir tahun 2019 mestinya menjadi momentum persatuan bangsa. Bukan saling bermusuhan," ujar Adi.

Baca juga: Wapres Sebut Revisi Buku Pelajaran Agama untuk Tangkal Radikalisme

PPI mengambil sampel survei ini dengan metode stratified multistage random sampling sebanyak 1.000 responden dari populasi di 34 provinsi Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner oleh tim survei.

Adapun margin of error dalam survei ini adalah plus minus 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, persentase berdasarkan temuan survei bisa bertambah atau berkurang sebanyak 3,1 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X