Geledah Rumah Bupati Bengkalis di Pekanbaru, KPK Sita Sejumlah Dokumen

Kompas.com - 29/11/2019, 14:36 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DJuru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (12/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggeledah rumah milik Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang beralamat di Pekanbaru, Riau, Kamis (28/11/2019) kemarin.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, petugas menyita sejumlah dokumen terkait kasus korupsi yang menjerat Amril.

"Sebagian besar yang kami sita itu dokumen, dokumen terkait proyek jalan tentu saja ya," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (29/11/2019).

Seperti diketahui, Amril merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek jalan di Kabupaten Bengkalis.


Baca juga: Bupati Bengkalis Diduga Terima Uang Rp 5,6 Miliar Terkait Proyek Jalan

Selain menggeledah rumah Amril, petugas KPK juga menggeledah dua lokasi lainnya yaitu rumah dan toko milik seorang pengusaha berinisial D.

Dalam kasus ini Amril diduga menerima uang dengan nilai total sekitar Rp 5,6 miliar terkait kepengurusan proyek tersebut.

Pemberian uang itu diduga berasal dari pihak PT CGA selaku pihak yang akan menggarap proyek tersebut.

Baca juga: KPK Tahan Tersangka Penyuap Mantan Bupati Bengkalis

Penetapan Amril sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

Pada kasus tersebut, KPK sudah menetapkan Sekretaris Daerah Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar sebagai tersangka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X