Bambang Soesatyo Kembali Tak Hadiri Rapat Pleno Golkar

Kompas.com - 28/11/2019, 00:00 WIB
Bambang Soesatyo di Kantor DPP PKS,  Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comBambang Soesatyo di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali tak hadir dalam rapat pleno bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar pada Rabu (27/11/2019) malam.

Pantauan Kompas.com, Bambang tak tampak sejak dibukanya rapat pleno pada pukul 20.00 WIB. Begitu juga saat rapat berakhir pukul 22.00 WIB, Ketua MPR periode 2019-2024 itu tak juga nampak.

Fungsionaris DPP Partai Golkar sekaligus Juru bicara (Jubir) Bambang, Syamsul Rizal mengungkapkan, Bambang tak datang karena menghadiri agenda kenegaraan.

Baca juga: Kubu Bambang Soesatyo Siap Gelar Munas Golkar Tandingan

"Ada acara terkait dengan kunjungan pimpinan MPR ke PBNU, konsolidasi tentang penguatan konstitusi. Ini fokus tuntutan negara," ujar Rizal usai Rapat Pleno, Rabu (27/11/2019).

Sebelumnya, Bambang juga tak hadir dalam Rapat Pleno Golkar pada Selasa (5/11/2019). Saat itu, rapat membahas mengenai waktu pelaksanaan Musyawarah nasional (Munas).

Menurut Rizal, Bambang tidak memiliki masalah di balik ketidakhadirannya dalam Rapat Pleno. Lagi pula, kata dia, rapat tersebut juga sudah ada perwakilan dari loyalis Bambang.

Dia pun menegaskan, bahwa ketidakhadiran Bambang bukan berkaitan dengan kontestasi pertarungan ketua umum.

"Enggak ada, pure karena tugas negara. Dia lagi intens sama soal amendemen juga," katanya.

Diberitakan, Bambang Soesatyo menjadi sorotan setelah mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketua umum Golkar periode 2019-2024 dalam Munas Golkar, Desember 2019. 

Deklarasi ini dilakukan Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, didampingi sejumlah organisasi pendukung.

Bambang mengatakan, belakangan Golkar dihadapkan pada masalah dan tantangan yang besar. Dimulai dari menurunnya jumlah suara partai yang berdampak pada penurunan jumlah kursi yang signifikan.

Baca juga: Bambang Soesatyo Ingin Menang dan Kembalikan Golkar ke Khittah

Partai Golkar, lanjut dia, terhitung kehilangan lebih dari 43 kursi dari senula 128 kursi pada 2004, menjadi hanya 85 kursi pada Pileg 2019.

Oleh karena persoalan tersebut, ratusan kader partai di daerah menginginkan adanya pemimpin baru, menggantikan Airlangga Hartarto.

"Mereka mendesak untuk dilakukannya transformasi dan penyelamatan di tubuh Golkar," kata Bambang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X