Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei KRPA: Perempuan 13 Kali Lebih Rentan Alami Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Kompas.com - 27/11/2019, 13:41 WIB
Fitria Chusna Farisa,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) menemukan, angka pelecehan seksual di ruang publik terhadap perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.

Hal ini merujuk pada hasil penelitian KRPA tentang pelecehan seksual di ruang publik.

Survei yang dilakukan pada 25 November sampai 10 Desember 2018 ini melibatkan 62.224 responden, terdiri dari perempuan dan laki-laki yang dipilih secara acak di seluruh provinsi Indonesia.

"Survei nasional ini menemukan bahwa 3 dari 5 perempuan dan 1 dari 10 laki-laki pernah mengalami pelecehan di ruang publik," kata relawan KRPA, Rastra, di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

"Perempuan 13 kali lebih rentan mengalami pelecehan di ruang publik dibanding laki-laki," lanjutnya.

Baca juga: Survei KRPA: 46,8 Persen Orang Pernah Dilecehkan di Transportasi Umum, Mayoritas di Bus

KRPA menemukan, pelecehan seksual di ruang publik terjadi di jalanan umum dan transportasi umum.

Pelecehan di jalanan terbilang lebih tinggi, yaitu sebesar 28,22 persen. Sedangkan pelecehan di transportasi umum sebanyak 15,77 persen.

Adapun pelecehan seksual di transportasi umum paling banyak terjadi di bus, yaitu sebesar 35,80 persen.

Selanjutnya, secara berturut-turut pelecehan seksual banyak terjadi di angkot (29,49 persen), kereta rel listrik atau KRL (18,14 persen), ojek online (4,79 persen), dan ojek konvensional (4,27 persen).

Baca juga: Ada 13 Kasus Pelecehan di KRL, Tak Satu Pun Korban Lapor ke Polisi

KRPA juga mengklasifikasikan bentuk pelecehan seksual di ruang publik menjadi 19 jenis. Berikut rincian beserta jumlahnya:

1. Siulan: 5.392

2. Komentar atas tubuh: 3.628

3. Main mata: 3.325

4. Disentuh: 3.200

5. Komentar seksis: 2.515

6. Didekati dengan agresif dan terus menerus: 1.445

7. Komentar rasis: 1.753

8. Diraba atau dicekam: 1.826

9. Komentar seksual secara gamblang: 1.986

10. Digoda dengan klakson: 2.140

11. Digesek dengan alat kelamin: 1.411

12. Diikuti atau dikuntit: 1.215

13. Gestur vulgar: 1.209

14. Suara kecupan: 1.001

15. Dipertontonkan masturbasi publik: 964

16. Diintip: 7

17. Difoto: 11

18. Diperlihatkan kelamin: 35

19. Dihadang: 623

Kompas TV Dalam beberapa hari terakhir, marak kasus kejahatan yang timbul akibat perilaku ganjil. Sebut saja kasus penyiraman air keras. Pelaku merupakan pemuda berusia 29 tahun, yang meneror di tiga lokasi terpisah wilayah Jakarta Barat. Setelah ditangkap, polisi mengungkap tersangka, sang pelaku tunggal, pada rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 16 November lalu. Viandra Yuniko, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang service ac, ditangkap polisi berkat rekaman kamera pemantau di lokasi kejadian, juga berkat keterangan sejumlah korban dan saksi.<br /> <br /> Pelaku menyiram cairan kimia racikan sendiri, berupa air soda api, ke sembilan korban. Aksi ini disebut akibat frustrasi, karena tidak mendapat perhatian keluarga.<br /> Meski negatif mengonsumsi alkohol, hingga kini polisi masih mendalami motif pelaku, dan berencana melakukan rekonstruksi besar di tempat kejadian, menghadirkan para korban. Kasus kejahatan perilaku ganjil yang membuat geger, adalah kasus pelemparan sperma, di Tasikmalaya Jawa Barat.<br /> <br /> Sang pelaku, masih menjalani pemeriksaan di Polres Tasikmalaya Kota. Polisi masih berupaya mengungkap motif pelaku melakukan teror pelecehan terhadap para korban. Perilaku ganjil yang menyebabkan tindak kejahatan, meresahkan warga. Sudah banyak korban, namun hingga kini polisi masih mendalami motif pelaku yang berbuat tak senonoh. Apakah ini ada kaitannya dengan gangguan kejiwaan pelaku? Dialog waspada kejahatan perilaku ganjil, akan dibahas bersama Psikolog, Reza Indragiri, dan ada Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya, Kompol Shohet, langsung dari Tasikmalaya Jawa Barat.<br />
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menjelang Putusan Sengketa Pilpres di MK, Kubu Ganjar-Mahfud Harap Tak Berakhir Antiklimaks

Menjelang Putusan Sengketa Pilpres di MK, Kubu Ganjar-Mahfud Harap Tak Berakhir Antiklimaks

Nasional
Optimistis MK Diskualifikasi Gibran, Kubu Anies: Tak Ada Alasan untuk Tidak Pemungutan Suara Ulang

Optimistis MK Diskualifikasi Gibran, Kubu Anies: Tak Ada Alasan untuk Tidak Pemungutan Suara Ulang

Nasional
MK Diperkirakan Tak Akan Diskualifikasi Prabowo-Gibran

MK Diperkirakan Tak Akan Diskualifikasi Prabowo-Gibran

Nasional
Jadwal Terbaru Pelaksanaan UTBK-SNBT 2024

Jadwal Terbaru Pelaksanaan UTBK-SNBT 2024

Nasional
Dana Zizwaf Selama Ramadhan 2024 Meningkat, Dompet Dhuafa: Kedermawanan Masyarakat Meningkat

Dana Zizwaf Selama Ramadhan 2024 Meningkat, Dompet Dhuafa: Kedermawanan Masyarakat Meningkat

Nasional
MK Diprediksi Bikin Kejutan, Perintahkan Pemungutan Suara Ulang di Sejumlah Daerah

MK Diprediksi Bikin Kejutan, Perintahkan Pemungutan Suara Ulang di Sejumlah Daerah

Nasional
Menakar Nasib Ketua KPU Usai Diadukan Lagi ke DKPP Terkait Dugaan Asusila

Menakar Nasib Ketua KPU Usai Diadukan Lagi ke DKPP Terkait Dugaan Asusila

Nasional
Tak Lagi Solid, Koalisi Perubahan Kini dalam Bayang-bayang Perpecahan

Tak Lagi Solid, Koalisi Perubahan Kini dalam Bayang-bayang Perpecahan

Nasional
TPN Ganjar-Mahfud Sebut 'Amicus Curiae' Bukan untuk Intervensi MK

TPN Ganjar-Mahfud Sebut "Amicus Curiae" Bukan untuk Intervensi MK

Nasional
Percepat Kinerja Pembangunan Infrastruktur, Menpan-RB Setujui 26.319 Formasi ASN Kementerian PUPR

Percepat Kinerja Pembangunan Infrastruktur, Menpan-RB Setujui 26.319 Formasi ASN Kementerian PUPR

Nasional
Kubu Prabowo Siapkan Satgas untuk Cegah Pendukung Gelar Aksi Saat MK Baca Putusan Sengketa Pilpres

Kubu Prabowo Siapkan Satgas untuk Cegah Pendukung Gelar Aksi Saat MK Baca Putusan Sengketa Pilpres

Nasional
TKN Prabowo-Gibran Akan Gelar Nobar Sederhana untuk Pantau Putusan MK

TKN Prabowo-Gibran Akan Gelar Nobar Sederhana untuk Pantau Putusan MK

Nasional
Jelang Putusan Sengketa Pilpres: MK Bantah Bocoran Putusan, Dapat Karangan Bunga

Jelang Putusan Sengketa Pilpres: MK Bantah Bocoran Putusan, Dapat Karangan Bunga

Nasional
Skenario Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa Pilpres 2024

Skenario Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa Pilpres 2024

Nasional
Kejagung Terus Telusuri Aset Mewah Harvey Moeis, Jet Pribadi Kini dalam Bidikan

Kejagung Terus Telusuri Aset Mewah Harvey Moeis, Jet Pribadi Kini dalam Bidikan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com