PAN: Zulkifli Hasan Maju Jadi Caketum Bukan Hasrat Pribadi

Kompas.com - 27/11/2019, 08:52 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional ( PAN) Yandri Susanto mengatakan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan maju kembali menjadi calon ketua umum (caketum) PAN bukan karena hasrat pribadi.

Yandri mengatakan, Zulkifli maju menjadi caketum karena didukung oleh sejumlah dewan pimpinan wilayah (DPW) PAN.

Sebab, DPW menilai ia masih layak memimpin partai berlogo matahari putih itu lima tahun ke depan.

"Ini bukan pribadi Bang Zul mau atau tidak menjadi ketua umum, tetapi karena diminta atau didaulat DPW-DPW menurut mereka figur bang Zul masih figur paling tepat untuk figur lima tahun ke depan," kata Yandri saat dihubungi, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Meski Restu Amien Rais Pengaruhi Bursa Caketum, PAN Diingatkan soal Elektabilitas ke Depan

Yandri mengatakan, meskipun Zulkifli didukung sejumlah DPW, PAN terbuka pada kandidat-kandidat baru untuk menjadi caketum.

Ia mengatakan, nama-nama yang diprediksi akan maju menjadi caketum adalah Hanafi Rais, Asman Abnur, dan Mulfachri Harahap.

"Ada Bang Kimong (Mulfachri) kader yang bagus pernah ketua fraksi kemudian ketua Komisi III, dari awal berdirinya PAN beliau terlibat, sebenarnya enggak ada masalah beliau untuk maju kita apresiasi, enggak ada masalah," ujar dia. 

Yandri memastikan, kontestasi pemilihan caketum di partai berlogo matahari putih itu tidak akan merusak pertemanan antar-kader.

Ia mengatakan, setiap kader yang maju dalam bursa caketum PAN patut diapresiasi.

Ia pun meyakini, Zulkifli tak mempermasalahkan kader-kader PAN lainnya yang ingin maju sebagai calon ketua umum.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendistribusian Bansos di Papua dan Papua Barat Dilakukan Melalui Himbara dan PT Pos

Pendistribusian Bansos di Papua dan Papua Barat Dilakukan Melalui Himbara dan PT Pos

Nasional
Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Nasional
Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Nasional
Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Nasional
Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Nasional
Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Nasional
Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Nasional
Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Nasional
6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

Nasional
Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Nasional
Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Nasional
Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Nasional
Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X