Wagub Lampung Chusnunia Halim Penuhi Panggilan KPK

Kompas.com - 26/11/2019, 11:28 WIB
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim menaikki tangga menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim menaikki tangga menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi pada Selasa (26/11/2019) hari ini.

Pemanggilan Chusnunia hari ini merupakan pemanggilan ulang setelah tak hadir pada panggilan pertamanya, Rabu (20/11/2019) lalu.

Chusnunia yang mengenakan baju lengan panjang warna coklat dan kerudung coklat itu tiba di Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 09.44 WIB tanpa memberi keterangan kepada awak media.

Baca juga: Periksa Wagub Lampung, KPK Dalami Rencana Eks Bupati Lampung Tengah Maju Pilkada

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, Chusnunia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Artha yang merupakan Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (SR) JECO Group.

Febri tidak mengungkap apa yang akan didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Baca juga: Suap PUPR, Politisi PKB Disebut Emosi Namanya Tak Masuk Pengusul Program Aspirasi

Namun, diketahui bahwa beberapa politikus PKB seperti Jazilul Fawaid, Helmy Faishal Zaini, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar telah dipanggil sebagai sakso dalam kasus ini.

"KPK mendalami keterangan-keterangan para saksi terkait pengetahuannya tentang dugaan aliran dana dari Musa Zainudin pada anggota DPR lain," kata Febri usai pemeriksaan Jazilul dan Helmy, Senin (30/9/2019) lalu.

Musa Zainudin merupakan mantan anggota DPR dari Fraksi PKB yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Politisi PKB Musa Zainudin

Adapun dalam kasus ini, Hong diduga menyuap sejumlah pihak antara lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary serta Anggota DPR Damayanti terkait pekerjaan proyek infrastruktur Kementerian PUPR.

Hong adalah tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK Telah menetapkan 11 tersangka lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X