Sidang Pembacaan Putusan Gugatan Perdata terhadap First Travel Ditunda

Kompas.com - 25/11/2019, 22:04 WIB
Seorang jamaah pingsan saat mendengar penundaan Sidang putusan di Pengadilan Negeri, Depok, Jawa Barat, Senin (25/11/2019). Sidang putusan gugatan perdata kasus First Travel ditunda hingga 2 Desember 2019. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASeorang jamaah pingsan saat mendengar penundaan Sidang putusan di Pengadilan Negeri, Depok, Jawa Barat, Senin (25/11/2019). Sidang putusan gugatan perdata kasus First Travel ditunda hingga 2 Desember 2019. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim menunda sidang pembacaan putusan gugatan perdata, yang diajukan para jemaah terhadap perusahaan perjalanan umrah First Travel, Senin (25/11/2019).

Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

"Sidang ditunda hari Senin, 2 Desember 2019," ungkap Humas PN Depok Nanang Herjunanto ketika dihubungi Kompas.com, Senin malam.

Baca juga: Upayakan Kembalikan Aset First Travel ke Korban, Kejagung Tunggu Putusan Gugatan Perdata

Menurutnya, sidang ditunda karena musyawarah yang dilakukan oleh majelis hakim belum mencapai mufakat.

"Karena musyawarah majelis hakim belum selesai," tutur dia.

Kendati demikian, ia pun mengaku tidak dapat memastikan sidang selanjutnya bakal ditunda lagi atau tidak.

Nanang mengatakan bahwa hal itu merupakan kewenangan majelis hakim.

Baca juga: KUHP dan KUHAP Digugat ke MK karena Putusan Hakim soal Aset First Travel

Dalam petitum gugatan perdata yang diajukan, para jemaah meminta hakim menghukum pihak First Travel dengan memberikan ganti rugi kepada korban.

Kerugian materiil yang diajukan sebesar Rp 49,075 miliar.

Rinciannya, kerugian penggugat I sebesar Rp 20,03 miliar, penggugat II sebesar Rp 2,07 miliar, penggugat III sebesar Rp 26,84 miliar, penggugat IV sebesar Rp 84 juta, dan penggugat IV sebesar Rp 41,9 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X