Terima Uang dari Eks Dirut PT Inti, Mantan Dirkeu AP II Bantah Terkait Pengadaan Semi BHS

Kompas.com - 25/11/2019, 18:25 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa orang dekat mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Taswin Nur. Taswin merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi baggage handling system (BHS) untuk 6 bandara. KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa orang dekat mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Taswin Nur. Taswin merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi baggage handling system (BHS) untuk 6 bandara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam membantah penerimaan uang sebanyak tiga kali dari mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara berkaitan dengan pengadaan proyek semi baggage handling system (BHS).

Andra mengakui bahwa dirinya memang menerima uang itu lewat sopirnya bernama Endang dari teman Darman, Taswin Nur.

Hal itu diungkapkan Andra saat bersaksi untuk Taswin selaku terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan semi BHS di 6 bandara yang dikelola AP II.

Baca juga: Kasus Dugaan Suap Eks Dirkeu AP II, KPK Panggil Direktur Bisnis PT INTI

"Ini adalah cicilan pembayaran utangnya Pak Darman pada saya. Pak Darman punya utang kepada saya, yang waktu itu ada dokumennya dan sudah digeledah KPK di rumah saya dalam transferan pinjaman itu Rp 5 miliar, Rp 500 juta dan Rp 2 miliar," kata Andra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/11/2019).

"Demi Allah tidak ada (kaitan dengan pengadaan semi BHS) karena Pak Darman hanya ingin mengambalikan pinjaman yang sudah saya tagih terus-menerus," sambung Andra.

Menurut Andra, ia menerima uang sebanyak tiga kali dari Darman lewat Taswin di akhir Juli 2019. Andra mengaku menerima uang pada tanggal 26 Juli dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) senilai Rp 750 juta.

Tanggal 27 Juli, Andra mengaku menerima uang sekitar Rp 250 juta dalam pecahan dollar AS. Kemudian, pada 31 Juli 2019, Taswin menyerahkan uang untuk Andra lewat Endang senilai Rp 1 miliar dalam dollar Singapura.

Namun, pada 31 Juli itu, Taswin dan Endang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Di bulan Juli sudah beberapa kali dilakukan pembayaran oleh Pak Darman. Dan ini masih ada sisa sampai sekarang Rp 300 juta yang terkait pokoknya. Dan Pak Darman saya tagih untuk segera melunasi utang-utangnya. Dalam perjalanan tersebut ada yang meleset dan on-time," kata dia.

Biasanya, kata Andra, Darman menginformasikan dirinya setiap ada pembayaran cicilan utang.

"Saya minta Pak Endang sopir saya kontak Pak Taswin atau Pak Taswin kadang kontak Pak Endang. Dari situ saya biasanya menyuruh ya coba terima saja. Mereka berdua yang biasanya menjanjikan di mana mereka akan bertemu untuk menyerahkan pembayarannya," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X