Jubir Ma'ruf: Stafsus Presiden Milenial, Stafsus Wapres Generasi Kolonial

Kompas.com - 25/11/2019, 15:13 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) staf khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak berasal dari kalangan milenial.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

"Saya kira karena Bapak Presiden sudah merekrut kalangan milenial walaupun tidak semua. Rupa-rupanya karena kiai ini dari generasi kolonial, ya banyak yang koloniallah, tapi itu tidak mengurangi terhadap kompetensi dan keahlian masing-masing," kata Masduki.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Tunjuk 8 Orang Staf Khusus

Sebab yang terpenting, kata dia, para staf khusus tersebut berasal dari orang yang mumpuni di bidangnya.

Selain itu, dari berbagai komponen masyarakat juga terakomodasi sebagai staf khusus.

"Ya, apakah dari milenial atau kolonial saya kira samalah," kata dia.

Adapun 8 staf khusus tersebut didominasi dari kalangan Nahdatul Ulama (NU) dengan latar belakang bidang yang berbeda-beda.

Baca juga: Pemilihan Staf Khusus Wapres Tak Ada Campur Tangan Jokowi

Mereka adalah mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir; Staf khusus sejak era Wapres Jusuf Kalla yang akan membidangi masalah hukum, Satya Arinanto.

Kemudian mantan staf khusus Kementerian Pertanian Sukriansyah S Latief, Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim, Ketua Harian PBNU Muhammad Imam Aziz, Ketua Harian PBNU Robikin Emhas.

Selanjutnya Masduki Baidlowi dan Guru Besar Hukum Islam UIN Jakarta Masykuri Abdillah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X