Tokoh Senior Golkar Nilai Partai Lain Sulit Punya Kandidat Ketum Lebih dari Satu

Kompas.com - 22/11/2019, 20:29 WIB
Tokoh senior Partai Golkar Andi Mattalata (kanan) dalam diskusi publik yang berlangsung di kantor Jenggala Center, Jakarta, Jumat (22/11/2019). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYATokoh senior Partai Golkar Andi Mattalata (kanan) dalam diskusi publik yang berlangsung di kantor Jenggala Center, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh senior partai Golkar Andi Mattalatta menyebutkan, munculnya dua kubu bakal calon ketua Umum Partai Golkar jelang bergulirnya musyawarah nasional (munas) pada 3-6 Desember di Jakarta, sebagai angin positif.

Dua kubu yang akan mengambil tiket pendaftaran calon ketua umum adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Wakil Bidang Koordinator Bidang Pratama Bambang Soesatyo.

"Bagus, saya kira partai politik yang selama ini sudah muncul calon-calon ketua umunnya sebelum munas adalah Golkar, partai lain ada enggak?" ujar Andi di kantor Jenggala Center, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Namun demikian, Andi meminta para calon ketum menyadari bahwa seorang ketua umum partai politik (parpol) itu harus lebih baik dari seorang pejabat yang diangkat parpol itu sendiri.

Ia menjelaskan, bahwa yang dimaksud adalah level kualitas ketua parpol lebih tinggi dari pejabat yang dipilih parpol.

"Ya kan yang memilih presiden parpol, yang memilih gubernur parpol. Harusnya kelasnya ketua parpol lebih tinggi dari pejabat," kata dia.

Sebelumanya, Airlangga melempar sinyal bahwa pemilihan ketua umum Partai Golkar yang baru dapat dilakukan secara aklamasi.

Alasannya, aklamasi masih bagian dari sebuah demokrasi.

Menanggali hal itu, Andi menilai wacana aklamasi bergantung para pemilik suara.

"Yang menentukan aklamasi adalah pemegang suara, voters," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Jiwasraya, Jampidsus: Ada Saham Grup Bakrie Rp 1,7 Triliun tapi Nilainya Turun per 17 Maret

Kasus Jiwasraya, Jampidsus: Ada Saham Grup Bakrie Rp 1,7 Triliun tapi Nilainya Turun per 17 Maret

Nasional
UPDATE 2 Juli: Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19, Jatim Tertinggi

UPDATE 2 Juli: Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19, Jatim Tertinggi

Nasional
Dinas Perdagangan Salatiga: Pembeli yang Tak Pakai Masker di Pasar Tak Dilayani

Dinas Perdagangan Salatiga: Pembeli yang Tak Pakai Masker di Pasar Tak Dilayani

Nasional
Kemudahan Berusaha di Indonesia Dinilai Masih Rendah

Kemudahan Berusaha di Indonesia Dinilai Masih Rendah

Nasional
Hingga 2 Juli, Sebanyak 849.155 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Hingga 2 Juli, Sebanyak 849.155 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Nurul Arifin Dukung RUU PKS Tetap Dibahas, Ketua Baleg: Kita Lanjutkan

Nurul Arifin Dukung RUU PKS Tetap Dibahas, Ketua Baleg: Kita Lanjutkan

Nasional
Sekjen PDI-P: Di Masa Pandemi Covid-19, Kami Pasang Badan untuk Jokowi

Sekjen PDI-P: Di Masa Pandemi Covid-19, Kami Pasang Badan untuk Jokowi

Nasional
UPDATE 2 Juli: ODP Covid-19 Jadi 40.778 Orang, PDP 13.359

UPDATE 2 Juli: ODP Covid-19 Jadi 40.778 Orang, PDP 13.359

Nasional
UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Orang, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 2.987

UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Orang, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 2.987

Nasional
UPDATE 2 Juli: Bertambah 1.027, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 26.667

UPDATE 2 Juli: Bertambah 1.027, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 26.667

Nasional
Penetapan Idul Adha, Kemenag Gelar Sidang Isbat 21 Juli

Penetapan Idul Adha, Kemenag Gelar Sidang Isbat 21 Juli

Nasional
Penambahan 1.624 Kasus Baru Covid-19, Rekor Tertinggi Sejak 2 Maret

Penambahan 1.624 Kasus Baru Covid-19, Rekor Tertinggi Sejak 2 Maret

Nasional
Mendagri Sebut Empat Cara Ini Bisa Dilakukan Demi Cegah Karhutla

Mendagri Sebut Empat Cara Ini Bisa Dilakukan Demi Cegah Karhutla

Nasional
16 RUU Resmi Ditarik dari Prolegnas Prioritas, Salah Satunya RUU PKS

16 RUU Resmi Ditarik dari Prolegnas Prioritas, Salah Satunya RUU PKS

Nasional
Jubir Pemerintah: Positif Covid-19 Bukanlah Akhir Segalanya

Jubir Pemerintah: Positif Covid-19 Bukanlah Akhir Segalanya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X