Khofifah Minta Pertamina dan PGN Bantu Produsen Tahu di Tropodo Konversi Bahan Bakar

Kompas.com - 21/11/2019, 14:27 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Istana Wapres KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Istana Wapres
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah meminta Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) membantu para produsen tahu di Tropodo, Sidarjo, untuk mengonversi bahan bakar sampah plastik menjadi bahan bakar minyak atau gas.

Hal itu disampaikan Khofifah menyikapi polemik penggunaan bahan bakar sampah plastik oleh produsen tahu di Desa Tropodo yang disebut mencemari lingkungan.

"Pertama adalah opsi mengonversi dari sampah plastik menjadi wood pellet. Kedua adalah CNG (compressed natural gas). Kemudian ketiga adalah dari pipa gas yang memungkinkan bisa diperpanjang punyanya PGN. Jadi city gas yang diperpanjang pipanya," ujar Khofifah di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Pabrik Tahu Berbahan Bakar Plastik Impor Jadi Sorotan, Ini Kata KLHK

"Saya pun sudah bertemu dan menyurat ke GM Pertamina. Jawa Timur dan Bali Nusra, untuk bisa dihitung kemungkinan insentif yang bisa diberikan kepada UKM tahu di Tropodo, untuk bisa mengonversi sesegera mungkin bahan bakar yang sekarang ini dari sampah plastik," lanjut dia.

Ia menambahkan permasalahan ini tak bisa diselesaikan satu pihak, tetapi harus melibatkan pihak terkait.

Karenanya, Khofifah juga berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Jadi tentunya komunikasi dan koordinasi Pemprov dengan Pemkab sangat intensif juga dengan GM Pertamina dengan Kementerian LHK dan Perindustrian. Jadi sebenarnya sejak Juni (sudah koordinasi)," kata mantan Menteri Sosial itu.

Baca juga: Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Sebelumnya, keberadaan pabrik-pabrik tahu tradisional di Tropodo sudah menjadi pembicaraan media nasional bahkan internasional.

Pasalnya, hasil pembakaran bahan bakar sampah plastik dari tungku-tungku pabrik tersebut menghasilkan sejumlah gas polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Salah satunya dioxin yang ditemukan terkandung dalam telur ayam yang diambil dari wilayah sekitar pabrik dan dijadikan sampel penelitian oleh International Pollutans Elimination Network (IPEN).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X