Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Pelaksanaan Program Ekspedisi Bakti Pemuda

Kompas.com - 21/11/2019, 13:20 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat upacara pengukuhan kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenko PMK Muhadjir Effendy saat upacara pengukuhan kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi pertama yang melaksanakan program Ekspedisi Bakti Pemuda.

"Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang berkenan memprakarsai, menginisiasi dengan Kemenko PMK untuk menyelenggarakan. Ini baru pertama," kata Muhadjir usai mengukuhkan kader Ekspedisi Bakti Pemuda Kemenko PMK di Lapangan Rindam IV Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/11/2019).

Dengan menjadi pelaksana program yang pertama, kata dia, maka Jawa Tengah akan menjadi role model untuk pelaksanaan program serupa di daerah lain.

Kemenko PMK juga akan mengevaluasi kelemahan dan kekuatan dari program tersebut sebelum diterapkan ke provinsi lain.

"Ini kita harapkan seluruh provinsi bisa adopsi program ini. Insya Allah (Jawa Tengan jadi role model), itu nanti akan dievaluasi kelemahan dan kekuatannya kemudian akan diterapkan ke provinsi lain," kata dia.

Baca juga: Kunjungi BNPB, Menko PMK Sebut Materi Kebencanaan di Sekolah Perlu Diperkuat

Adapun, Ekspedisi Bakti Pemuda PMK merupakan kegiatan pembekalan bersama antara pusat dan daerah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemuda di bidang pemberdayaan manusia.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, kapabilitas, dan karakter manusia Indonesia.

Muhadjir mengatakan, untuk Ekspedisi Bakti Pemuda PMK di Jawa Tengah ini ada sekitar 2.000 orang peserta dari berbagai bidang yang berasal dari 8 wilayah di Jawa Tengah.

Delapan wilayah tersebut adalah Solo Raya, Kota Solo, Sukoharjo, Sragen, Klaten, Boyolali, Wonogiri, dan Kota Magelang.

Program dibuat untuk bermacam latar belakang, mulai dari yang berpendidikan SMA, pendamping desa, program keluarga harapan (PKH), Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga penyuluh agama.

"Pokoknya mereka ini ibarat pasukan adalah pasukan yang siap dikerahkan setiap saat, ketika dibutuhkan Kemenko PMK," kata dia.

Baca juga: Menko PMK Perkirakan Ada 10 Juta Orang Butuh Kartu Prakerja

Sementara itu Deputi I Kemenko PMK bidang Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Dody Husodo mengatakan, kegiatan Ekspedisi Bakti PMK ini merupakan kegiatan nyata pemerintah untuk membentuk kader dan agen perubahan di daerah terkait tugas Kemenko PMK.

"Ini kegiatan nyata dari pemerintah untuk membentuk kader-kader, agen-agen perubahan di daerah yang terkait tugas-tugas Kemmenko PMK, bekerja sama dengan kementerian lembaga terkait lainnya dan daerah," kata dia.

Para peserta Ekspedisi Bakti Pemuda melaksanakan pembekalan selama enam hari di Rindam IV Diponegoro dengan materi pendidikan karakter kebangsaan dan substansi bidang PMK.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen MUI Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Terkait Covid-19

Sekjen MUI Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Terkait Covid-19

Nasional
Meski Ada Wabah Corona, Pemerintah Tak Bisa Larang WNI Kembali ke Tanah Air

Meski Ada Wabah Corona, Pemerintah Tak Bisa Larang WNI Kembali ke Tanah Air

Nasional
Penjelasan Polri soal Calon Perwira Polisi yang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test

Penjelasan Polri soal Calon Perwira Polisi yang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test

Nasional
Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Nasional
PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

Nasional
Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Nasional
Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Nasional
Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Nasional
Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Nasional
Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Nasional
PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Nasional
Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Nasional
Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Nasional
Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X