Menhub Targetkan Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Rampung 2026

Kompas.com - 20/11/2019, 21:31 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, proyek kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya ditargetkan rampung pada 2026.

Hal itu disampaikan Budi setelah mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima kunjungan Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"Kita (bersama Jepang) juga membangun kereta Jakarta-Surabaya yang akan kita persiapkan mulai 2022-2026 (empat tahun selesai). Kita harapkan Jakarta-Surabaya itu hanya lima jam," ujar Budi.

Baca juga: Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 36,01 Persen


Saat ini, Jepang masih melakukan kajian untuk mengerjakan proyek tersebut.

Budi mengatakan, Pemerintah Indonesia juga akan membantu berbagai hal seperti pembebasan lahan yang prosesnya memakan waktu lama.

Proyek tersebut didanai dengan pinjaman jangka panjang dan pembayarannya terjadwal dengan baik.

"Pembiayaannya semuanya loan, jangka panjang dengan term yang cukup baik. Rata-rata yang lama (kerja sama) seperti di sektor transportasi seperti kereta api," ucap Budi.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Jepang melakukan pertemuan terkait tindak lanjut Proyek peningkatan kecepatan Kereta Api (KA) Jakarta–Surabaya pada hari ini, Selasa (24/9/2019) di Jakarta.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Sebabkan Banjir di Makasar Jaktim, Ini Penjelasan Wika

Dalam petemuan tersebut, dilakukan penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Summary Record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua belah pihak terkat beberapa hal teknis, di antaranya lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan, dan jenis sarana perkeretaapian.

Adapun proses pembangunannya dimulai pada 2022.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X