Presiden Jokowi Bertemu Parlemen Singapura, Ini yang Dibahas

Kompas.com - 20/11/2019, 14:44 WIB
Presiden Joko Widodo menerima Ketua dan Anggota Parlemen Singapura di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo menerima Ketua dan Anggota Parlemen Singapura di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menerima Ketua dan Anggota Parlemen Singapura di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Pertemuan ini diantaranya membahas soal hasil retreat tahunan antara Jokowi dan PM Lee Hsien Loong pada 8 Oktober 2019 lalu.

"Presiden menyampaikan kedua pemimpin berkomitmen untuk memperkuat kerja sama bidang investasi, pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM dan ekonomi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi.

Baca juga: Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari 14 Dubes


Retno mengatakan kerja sama ini adalah antara pemerintah atau government to government. Meski begitu, Jokowi merasa perlu adanya dukungan di level parlemen.

"Karena kerja sama antara parlemen juga perlu didukung dan juga kerja sama antarpemuda juga perlu diperkuat," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menekankan soal pentingnya kerja sama Indonesia dengan Singapura. Khususnya, di bidang ekonomi.

"Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, presiden mengatakan menjadi lebih penting, kerja sama Indonesia dengan Singapura untuk kerja sama bidang ekonomi karena ASEAN memiliki harapan yang bagus," ucap Retno.

"Presiden meng-quote Managing Director IMF yang mengatakan bahwa ASEAN is a brightspot in your economy. Jadi titik cerah kalau kita melihat situasi ekonomi dunia," sambung dia.

Adapun Ketua Parlemen yang bertemu Jokowi adalah Tan Chuan Jin. Selain itu ada pula, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anik Kumar Nayar, hingga perwakilan anggota parlemen Singapura.

Baca juga: Jokowi Jelaskan Prioritas Pembangunan kepada Para Dubes Negara Sahabat

Selain itu, Jokowi juga menetima delegasi Asosiasi Jepang Indonesia Association (JAPINDA) di Istana Merdeka. 

Delegasi JAPINDA dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Jepang Fukuda Yasuo. Dia membawa sejumlah pengusaha asal negeri Sakura untuk bertemu Jokowi.

Para pengusaha yang ikut dalam pertemuan ini antara lain, Petinggi Tokyo Gas Ltd Hirose Michiaki, Presiden Daihatsu Motor Co. Ltd Okudaira Soichiro, Wakil Presiden Eksekutif Toyota Tsusho Corporation, Wakil Presiden Eksekutif Sumitomo Forestry Co, Ltd Sasabe Shigeru

Selain itu, Senior Managing Officer Shimizu Corporation Okamoto Tadashi, Managing Executive Officer, Co Head of Asia Pasific Sumitomo Mitusi Banking Corporation Sasai Masaaki, serta President Director PT Sumitomo Indonesia Tojo Kanji.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPP PAN Bicara Peluang Gibran Diusung Partainya di Pilkada 2020

Ketua DPP PAN Bicara Peluang Gibran Diusung Partainya di Pilkada 2020

Nasional
Perwakilan Korban Desak Komnas HAM Dorong Penyelesaian Kasus HAM Berat

Perwakilan Korban Desak Komnas HAM Dorong Penyelesaian Kasus HAM Berat

Nasional
Komnas HAM Minta Negara Tidak Kriminalisasi Para Pembela HAM

Komnas HAM Minta Negara Tidak Kriminalisasi Para Pembela HAM

Nasional
KIPP: Jangan Larang Eks Koruptor Pakai PKPU, Lebih Baik Revisi UU

KIPP: Jangan Larang Eks Koruptor Pakai PKPU, Lebih Baik Revisi UU

Nasional
Tak Jadi Larang Eks Koruptor Maju Pilkada, Perludem Sebut KPU Dilema

Tak Jadi Larang Eks Koruptor Maju Pilkada, Perludem Sebut KPU Dilema

Nasional
Jokowi Tak Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia di KPK, Nasdem Membela

Jokowi Tak Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia di KPK, Nasdem Membela

Nasional
Hakim Cabut Hak Politik Eks Bupati Talaud untuk Dipilih Selama 5 Tahun

Hakim Cabut Hak Politik Eks Bupati Talaud untuk Dipilih Selama 5 Tahun

Nasional
Pemerintah Masih Bernegosiasi Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Pemerintah Masih Bernegosiasi Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Nasional
Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi DivonisĀ 4,5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi DivonisĀ 4,5 Tahun Penjara

Nasional
RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Masuk Prolegnas Prioritas 2020, PKS Apresiasi

RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Masuk Prolegnas Prioritas 2020, PKS Apresiasi

Nasional
ICW Sebut Dampak UU KPK Baru Sudah Terasa di Hari Antikorupsi Sedunia

ICW Sebut Dampak UU KPK Baru Sudah Terasa di Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
Menteri Agama Tegaskan Pendataan Majelis Taklim Tak Wajib

Menteri Agama Tegaskan Pendataan Majelis Taklim Tak Wajib

Nasional
Minta Waktu Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polri Janji Tak Sampai Berbulan-bulan

Minta Waktu Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polri Janji Tak Sampai Berbulan-bulan

Nasional
Upaya Sri Mulyani Cegah Korupsi dari Internal Kemenkeu...

Upaya Sri Mulyani Cegah Korupsi dari Internal Kemenkeu...

Nasional
Soal Restu Maju Caketum, Kubu Zulkifli Hasan Tak Mau Dibenturkan dengan Amien Rais

Soal Restu Maju Caketum, Kubu Zulkifli Hasan Tak Mau Dibenturkan dengan Amien Rais

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X