Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Kompas.com - 18/11/2019, 15:25 WIB
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin melantik tiga Jaksa Agung Muda (JAM) di Sasana Baharuddin Lopa, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). KOMPAS.com/Devina HalimJaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin melantik tiga Jaksa Agung Muda (JAM) di Sasana Baharuddin Lopa, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin melantik tiga Jaksa Agung Muda (JAM).

Pelantikan dilakukan di Sasana Baharuddin Lopa, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Ketiga orang yang dilantik yaitu Ali Mukartono sebagai JAM bidang Tindak Pidana Umum, Feri Wibisono sebagai JAM bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, dan Bambang Sugeng sebagai JAM bidang Pembinaan.

Burhanuddin pun percaya bahwa mereka yang baru dilantik bisa melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab.

Baca juga: Jaksa Agung soal Kelanjutan Program TP4: Kami Akan Bawa ke Raker

"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan," ungkap Burhanuddin.

Secara khusus, ia berpesan kepada JAM bidang Pembinaan Bambang Sugeng agar melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kepada Jaksa Agung Muda Pembina, lakukan evaluasi perbaikan dan peningkatkan sumber daya manusia dan itu juga menjadi harapan presiden," tuturnya.

Ia juga berpesan agar Bambang melakukan mutasi jabatan secara transparan dan obyektif serta peningkatan sarana dan prasarana.

Baca juga: Senin Pekan Depan, Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda dan 3 Staf Ahli

Kemudian, Burhanuddin berpesan kepada JAM bidang Tindak Pidana Umum Ali Mukartono agar melakukan penyelesaian perkara secara profesional dan efisien.

Terakhir, kepada JAM bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Feri Wibisono, ia berpesan untuk melakukan optimalisasi fungsi sebagai pengacara negara.

"Pada JAM Perdata dan Tata Usaha Negara, harus mampu mengoptimalkan fungsi sebagai pengacara negara, yang saat ini keberadaannya sangat dibutuhkan oleh penyelesaian beberapa hal masalah penyelenggaraan negara," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Nasional
Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Nasional
Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Nasional
Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

Nasional
KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Nasional
Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Nasional
Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Nasional
Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Nasional
IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

Nasional
Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X