Kompas.com - 16/11/2019, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

"Sebatik sedang berlangsung (pembahasannya). Target MoU tahun depan di semester pertama," kata Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial Ade Komara Mulyana dalam sebuah diskusi, Sabtu (16/11/2019).

Ade menuturkan, Indonesia dan Malaysia sudah sepakat bahwa garis perbatasan antarnegara akan berada di garis koordinat empat derajat sepuluh menit lintang utara sebagaimana disepakati Inggris dan Belanda dahulu kala.

Baca juga: Bertemu Menhan Malaysia, Prabowo Bicara soal Kontribusi Indonesia-Malaysia untuk Perdamaian

Persoalannya, pilar-pilar perbatasan alias patok batas negara peninggalan Belanda-Inggris sudah tidak berada di garis koordinat tersebut.

Akibatnya, perbatasan yang harusnya berbentuk garis lurus menjadi berbelok-belok dan berpengaruh pada luas wilayah Indonesia dan Malaysia.

Menurut Ade, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk menghancurkan pilar peninggalan Inggris-Belanda dan akan membangun pilar baru yang berada di garis koordinat empat derajat sepuluh menit lintang utara.

"Pilar yang dibangun Inggris-Belanda kita hancurkan, kita ganti baru dengan hasil kesepakatan tahun ini. Nah, pilar baru inilah yang kemudian akan jadi batas baru antara Indonesia-Malaysia di sebatik," ucap Ade.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia akan meneken MoU terkait perbatasan wilayah di dua titik yaitu Sungai Simantipal Kalimantan Utara dan segmen pilar C500-C600 di Kecamatan Lumbun, Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca juga: Kapal Indonesia, Malaysia dan Singapura Lakukan Pencarian 2 Orang Terapung di Selat Singapura

Dua titik yang akan disepakati pekan depan merupakan dua dari sembilan outstanding boundary problems (OBP) yang tengah dikerjakan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Ade menyebut, tiga ODB lain di sektor timur sudah mendapat titik terang. Salah satunya adalah ODB di Pilau Sebatik. Dua ODB lainnya berada di Daerah Aliran Sungai Sinapat.

Sedangkan, lima ODB di sektor barat akan dikerjakan ketika ODB di sektor timur telah rampung. 

 

Kompas TV Payudara Prostetik Sudah Tahu? ini dia karya dari Desy Pujiarsi, Pembuat payudara prostetik. Bermula dari menjawab pesanan dari saudara yang mengalami kanker payudara, Desy mencoba membuat payudara prostetik. Tak tanggung-tanggung, gurunya pun dipanggil langsung dari Jepang. kini pemesannya sudah banyak, karena selain membantu memperindah bentuk penampilan, payudara prostetik ini terbuat dari silikon yang ramah untuk kulit. penggunaan dan perawatannya pun sederhana, terlebih lagi dapat dipakai dalam segala aktivitas, sehingga pemakai tidak merasa kesakitan ataupun terbeban dengan beratnya. untuk harga dibanderol dari Rp 2 juta, tergantung besaran payudara prostetik yang dipesan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.