Soal Penarikan Pasukan dari Papua, Brimob Tunggu Instruksi Kapolri

Kompas.com - 15/11/2019, 10:05 WIB
Wakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso (kiri) tengah memberikan keterangan dalam HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAWakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso (kiri) tengah memberikan keterangan dalam HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Komandan Korps Brimob Brigjen (Pol) Abdul Rakhman Baso menyebut, penarikan pasukan gabungan TNI-Polri di Papua menunggu perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam pasukan gabungan tersebut, sebagian di antaranya berasal dari Korps Brimob Polri.

"( Penarikan pasukan) sampai ada perintah dari Pak Kapolri, sampai benar-benar kondusif," ujar Rakhman di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Baca juga: Polemik Penarikan Pasukan TNI/Polri dan Krisis Sosial di Nduga...


Rakhman mengatakan, personel Brimob bertugas menjaga di sejumlah wilayah Polsek dan Polres yang dianggap rawan.

Sejauh ini, belum ada perintah penarikan maupun penambahan pasukan.

Brimob hanya menerima perintah agar pasukan tetap siap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Rakhman mengatakan, keberadaan pasukan Brimob di Papua bahkan akan disiagakan bukan hanya untuk persiapan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.

Namun juga untuk agenda nasional lainnya yang diselenggarakan di Papua.

Baca juga: Papua Tuan Rumah Pekan Paralimpik Nasional 2020

"Apalagi di sana menjelang PON 2020. Bisa sampai menjelang PON 2020 karena itu untuk cipta kondisi situasi menjelang PON Papua," kata dia.

Kehadiran pasukan gabungan itu merupakan salah satu strategi untuk menciptakan situasi di Papua agar tetap aman, tertib dan kondusif.

Diketahui, kehadiran pasukan gabungan itu setelah terjadinya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Nasional
Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Nasional
ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional
Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Nasional
Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

Nasional
Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Nasional
Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Nasional
Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Nasional
Rakernas V PAN Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

Rakernas V PAN Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

Nasional
Politisi Hanura: Kok Jubir Hanya Tersenyum Rocky Gerung Lecehkan Presiden

Politisi Hanura: Kok Jubir Hanya Tersenyum Rocky Gerung Lecehkan Presiden

Nasional
Rakernas V PAN Ditutup, 9 Daerah Ini jadi Calon Tuan Rumah Kongres

Rakernas V PAN Ditutup, 9 Daerah Ini jadi Calon Tuan Rumah Kongres

Nasional
Zulkifli Hasan Minta Kader PAN Tak Gontok-gontokan di Kongres Pemilihan Ketua Umum

Zulkifli Hasan Minta Kader PAN Tak Gontok-gontokan di Kongres Pemilihan Ketua Umum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X