Antisipasi Perang Informasi, Wamenhan Sebut Indonesia Butuh Big Data Kuat

Kompas.com - 14/11/2019, 18:05 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan big data yang kuat dalam rangka menjaga pertahanan Tanah Air dan antisipasi perang informasi.

Big data tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk mendukung keputusan-keputusan strategis dalam hal pertahanan nasional.

"Big data yang kuat ini untuk menjaga pertahanan nasional guna mengantisipasi era perang informasi di masa depan," kata Wahyu usai kunjungan kerja ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Pusat Pertahanan Siber (Pushanaiber), dan Balitbang Kemhan di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dia mengatakan, big data yang kuat, akurat, dan terintegrasi dibutuhkan agar mampu memberi informasi dengan benar.

Selain akurat, big data tersebut juga disebutkannya harus mampu melakukan profiling melalui analitik yang diterapkannya

“Kuncinya itu di kemampuan analitik. Soalnya ke depan banyak kecerdasan buatan digunakan untuk serangan siber," kata dia.

Dengan demikian, selain memiliki kekuatan alutsista, Indonesia melalui Kementerian Pertahanan juga memiliki kekuatan siber dengan big data tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X