Kompas.com - 14/11/2019, 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Bin Sabu, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kamis (14/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah permasalahan bangsa dibahas, termasuk soal kontribusi kedua negara untuk perdamaian.

"Kontribusi Indonesia dan Malaysia sangat dibutuhkan untuk menjaga perdamaian tersebut, dan menunjukkan wajah negara-negara mayoritas Islam di ASEAN sebagai negeri yang cinta damai," ujar Prabowo sebagaimana keterangan pers yang dikirim Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Menteri Pertahanan RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (14/11/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo menanggapi pernyataan Mohammad Bin Sabu yang mengatakan bahwa negara mayoritas Islam di Asia Tenggara yang damai dan saling membantu harus menjadi contoh bagi negara mayoritas Islam lain di dunia.

Baca juga: Bertemu Dubes India, Prabowo Sebut Indonesia dan India Miliki Peluang Besar Kerja Sama Maritim

Baik Prabowo maupun Mohammad Bin Sabu akan mengikuti 6th Ministry of Defense Meeting Plus di Bangkok, Thailand, akhir pekan ini.

"Pak Prabowo mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dan akan terus mengedepankan cara-cara yang baik dalam memecahkan masalah antar-bangsa," ujar Dahnil.

Prabowo juga bertekad untuk membangun hubungan erat dengan Malaysia dengan akan dikirimkannya cadets (taruna) untuk belajar di Malaysia.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk simbol persaudaraan dan saling berbagi pengetahuan, kebudayaan dan kemampuan militer kedua negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menhan Malaysia juga memuji kematangan demokrasi Indonesia karena dua tokoh yang bersaing dalam pilpres, Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bisa bersatu.

Baca juga: Bertemu Dubes Arab Saudi, Prabowo Tak Bahas Rizieq Shihab

Prabowo pun, kata Dahnil, menyatakan hal yang sama dengan apa terjadi antara Mahatir Muhammad dan Anwar Ibrahim.

"Menhan Malaysia berharap dengan ditunjuknya Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan di Indonesia akan membawa kebaikan bukan hanya untuk Indonesia-Malaysia tapi juga seluruh ASEAN sehingga negara ASEAN bisa saling membantu dalam pengembangan teknologi pertahanan," ucap dia.

Demikian juga soal kerja sama untuk memberantas perompak dan teroris antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbedaan Justice Collaborator dan Whistleblower

Perbedaan Justice Collaborator dan Whistleblower

Nasional
14 Rekomendasi Tempat Ngopi di Cipete

14 Rekomendasi Tempat Ngopi di Cipete

Nasional
Tanggal 12 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 12 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Komnas HAM Belum Terima Data Residu Peluru di Tubuh Ferdy Sambo, Baru Data Brigadir J dan Bharada E

Komnas HAM Belum Terima Data Residu Peluru di Tubuh Ferdy Sambo, Baru Data Brigadir J dan Bharada E

Nasional
Bersiap Safari Politik, Puan Maharani Bentuk 'Tim Advance'

Bersiap Safari Politik, Puan Maharani Bentuk "Tim Advance"

Nasional
Ketua Komisi III Angkat Bicara soal Mahfud yang Sebut DPR Diam di Kasus Brigadir J

Ketua Komisi III Angkat Bicara soal Mahfud yang Sebut DPR Diam di Kasus Brigadir J

Nasional
Ramai Spekulasi Motif Ferdy Sambo, Anggota DPR: Jangan Kembangkan Narasi Apa Pun di Ruang Publik

Ramai Spekulasi Motif Ferdy Sambo, Anggota DPR: Jangan Kembangkan Narasi Apa Pun di Ruang Publik

Nasional
Tanggapi Jawaban soal 'Legal Standing', Kuasa Hukum Pelapor Suharso: KPK Gagal Paham

Tanggapi Jawaban soal "Legal Standing", Kuasa Hukum Pelapor Suharso: KPK Gagal Paham

Nasional
KPK Yakin Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Nizar Dahlan soal Suharso Monoarfa

KPK Yakin Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Nizar Dahlan soal Suharso Monoarfa

Nasional
Komnas HAM Terima 5 'Digital Video Recorder' Ter6kait Kasus Pembunuhan Brigadir J

Komnas HAM Terima 5 "Digital Video Recorder" Ter6kait Kasus Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Peneliti UGM Sarankan KPK Buka Kembali Kasus Mega Korupsi, dari E-KTP hingga Bansos

Peneliti UGM Sarankan KPK Buka Kembali Kasus Mega Korupsi, dari E-KTP hingga Bansos

Nasional
Jokowi 4 Kali Sentil Kasus Brigadir J, Pengamat: Presiden Tahu Ada Masalah Lebih Kritis

Jokowi 4 Kali Sentil Kasus Brigadir J, Pengamat: Presiden Tahu Ada Masalah Lebih Kritis

Nasional
Benny Mamoto Ungkap Kenapa Kronologi Kasus Kematian Brigadir J Berubah

Benny Mamoto Ungkap Kenapa Kronologi Kasus Kematian Brigadir J Berubah

Nasional
Tingkatkan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Kembangkan Ocean Institute of Indonesia

Tingkatkan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Kembangkan Ocean Institute of Indonesia

Nasional
Tarif Ojol Naik, Ketua Komisi V: Jangan Hanya Untungkan Perusahaan Aplikasi

Tarif Ojol Naik, Ketua Komisi V: Jangan Hanya Untungkan Perusahaan Aplikasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.