SOROT POLITIK

Peringatan Keras Ketua DPD Golkar Babel untuk Seluruh Kader Golkar

Kompas.com - 13/11/2019, 13:56 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Bangka Belitung Hendra Apollo menyatakan dukungan bagi Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin sebagai Ketua Umum Partai Gokkar 2019-2024. DOK. Humas Partai GolkarKetua DPD Partai Golkar Bangka Belitung Hendra Apollo menyatakan dukungan bagi Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin sebagai Ketua Umum Partai Gokkar 2019-2024.

KOMPAS.com - Nuansa kekhawatiran sekaligus semacam 'peringatan keras' disampaikan Ketua DPD Golkar Bangka Belitung ( Babel), Hendra Apollo, menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

Ia berpendapat, saat ini konflik dan ancaman perpecahan di internal Parai Golkar kian menajam.

Untuk itu, Hendra Appollo menawarkan musyawarah mufakat sebagai solusi perkubuan yang terjadi di antara kader Partai Golkar.

"Harus aklamasi. Atau, ya, musyawarah mufakat!" kata Hendra dalam pernyataan tertulis, Rabu (13/11/2019).

Ia menegaskan, penetapan Ketua Umum Partai Golkar harus dilakukan secara aklamasi.

"Harus bisa! Kalau tidak aklamasi, ya, musyawarah mufakat. Itu memang jalan terbaik. Kalau sampai ke acara pemilihan, pastinya dengan pemungutan suara, itu bahaya! Voting berpotensi mengancam keutuhan partai. Saya khawatirkan partai akan kembali pecah, bahkan mungkin saja akan lahir partai baru," ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar bersama seluruh Dewan Pimpinan Pusat menggelar Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum Partai Golkar bersama seluruh Dewan Pimpinan Pusat menggelar Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).

Sebagai informasi, DPD Partai Golkar Babel dengan delapan suara, solid mendukung Airlangga Hartarto.

Selama ini, Airlangga dinilai bekerja keras untuk Partai Golkar.

Hasilnya, ia melanjutkan, Golkar meraup suara kedua teratas saat pemilu legislatif dan berhasil menempatkan kader-kader terbaik di parlemen maupun pemerintahan.

"Kami perjuangkan aklamasi atau musyawarah mufakat untuk Pak Airlangga Hartarto," ucap dia.

Rapimnas Partai Golkar

Menurut Hendra, dukungan DPD Babel akan disampaikan secara resmi saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang akan digelar 14 dan 15 November 2019.

"Sikap seluruh voter atau pemilik suara di Babel sudah jelas. Kami solid untuk aklamasi atau musyawarah mufakat. Pilihannya hanya dua itu, kalau tidak aklamasi ya musyawarah mufakat. Kalau memungkinkan sikap Babel ini akan saya sampaikan di Rapimnas," kata Wakil Ketua DPRD Babel itu.

Rapimnas Partai Golkar yang digelar medio November ini merupakan mekanisme wajib bagi partai berlambang pohon beringin itu sebelum perhelatan munas.

Sebagai informasi, Rapimnas Golkar diikuti seluruh pengurus DPP Partai Golkar dan pimpinan DPD tingkat I Partai Golkar dari seluruh Indonesia.

Selain mengesahkan jadwal pelaksanaan Munas Golkar, Rapimnas juga membahas persiapan gelaran Pilkada serentak 2020.

Golkar harus menyiapkan pelbagai langkah dan strategi untuk menghadapi gelaran tersebut.

"Ya, kami bersama-sama membahas langkah-langkah strategis apa yang akan diambil Golkar untuk menghadapi pilkada serentak tahun depan," Hendra Apollo mengingatkan.

Ia menginginkan kemenangan kader-kader Partai Golkar pada pilkada 2020.

"Kemenangan kader-kader partai itu dimungkinkan jika kita tetap solid, baik di pusat maupun daerah. Nah, kalau pusat terancam perpecahan, bagaimana kita bisa bicara kemenangan-kemenangan di pilkada serentak tahun depan?" ucapnya.

Hendra menilai situasi menjelang munas kurang kondusif. Apalagi, imbuh dia, friksi-friksi kian menguat.

Lawan politik

Ia pun tak menutup kemungkinan adanya politik uang menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar.

"Bagaimana tidak? Kalau calonnya lebih dari satu, bisa saja. Sekarang, selain Pak Airlangga dan Pak Bambang Soesatyo, mau juga Pak Agus Gumiwang Kartasasmita dan Pak Indra Bambang Utoyo," ujar dia

Saat Airlangga berkunjung ke Babel sekitar empat bulan lalu, Hendra mengusulkan penetapan ketua umum saat munas diarahkan pada aklamasi.

"Itu empat bulan lalu, sekarang sepertinya sulit, calonnya lebih dari satu," katanya.

Walaupun demikian, Hendra optimistis kader-kader Partai Golkar dewasa dalam mencermati dinamika yang terjadi dan ancaman perpecahan.

"Sejarah membuktikan bahwa Golkar selamat dari konflik sebesar apa pun. Saya masih percaya itu. Golkar itu partai besar," ucap dia.

Hendra pun mengingatkan, peristiwa akbar yang digelar Partai Golkar seperti munas menjadi pusat perhatian partai-partai lain yang sejatinya pesaing Golkar.

Menurut dia, partai lain menantikan momentum yang terjadi dari munas nanti.

"Jangan sampai kader-kader partai lain menari-nari di balik penderitaan kita," katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Kaji Dua Opsi untuk Perppu Pilkada 2020

Pemerintah Kaji Dua Opsi untuk Perppu Pilkada 2020

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Penghapusan Pelajaran Sejarah dari Kurikulum Nasional

Mendikbud: Tidak Ada Penghapusan Pelajaran Sejarah dari Kurikulum Nasional

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ahok Diminta Benahi Internal Pertamina | Penambahan Kasus Harian Covid-19 Nyaris Tembus 4.000 Orang

[POPULER NASIONAL] Ahok Diminta Benahi Internal Pertamina | Penambahan Kasus Harian Covid-19 Nyaris Tembus 4.000 Orang

Nasional
Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar, Buron 10 Tahun

Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar, Buron 10 Tahun

Nasional
Mendagri Sebut Perppu Baru untuk Pilkada 2020 Sedang Dikaji

Mendagri Sebut Perppu Baru untuk Pilkada 2020 Sedang Dikaji

Nasional
Mendagri Kirim Surat ke KPU, Tak Setuju Konser dan Rapat Umum di Pilkada 2020

Mendagri Kirim Surat ke KPU, Tak Setuju Konser dan Rapat Umum di Pilkada 2020

Nasional
Sekjen PDI-P Nilai PIlkada Tak Bisa Ditunda meski Ada Pandemi Covid-19

Sekjen PDI-P Nilai PIlkada Tak Bisa Ditunda meski Ada Pandemi Covid-19

Nasional
Stafsus Sebut Jokowi Tengah Bahas Rancangan Perppu Pilkada

Stafsus Sebut Jokowi Tengah Bahas Rancangan Perppu Pilkada

Nasional
Kronologi TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Kronologi TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Nasional
Sekjen MUI: Kalau Pilkada Perparah Covid-19, Lebih Baik Ditunda

Sekjen MUI: Kalau Pilkada Perparah Covid-19, Lebih Baik Ditunda

Nasional
Sebaran 3.989 Kasus Baru Covid-9, DKI Jakarta Tertinggi dengan 1.138

Sebaran 3.989 Kasus Baru Covid-9, DKI Jakarta Tertinggi dengan 1.138

Nasional
KPU Usulkan Metode Tambahan untuk Pilkada 2020 Berupa Kotak Suara Keliling

KPU Usulkan Metode Tambahan untuk Pilkada 2020 Berupa Kotak Suara Keliling

Nasional
UPDATE 20 September: 2.922.648 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 20 September: 2.922.648 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19 Capai Tingkat Darurat, PBNU Minta Pilkada 2020 Ditunda

Pandemi Covid-19 Capai Tingkat Darurat, PBNU Minta Pilkada 2020 Ditunda

Nasional
Jajaran KPU Positif Covid-19, Penetapan Paslon Pilkada Tetap Digelar 23 September

Jajaran KPU Positif Covid-19, Penetapan Paslon Pilkada Tetap Digelar 23 September

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X