Paloh Rangkul Jokowi, Puan Sebut Bukti Koalisi Masih Solid

Kompas.com - 12/11/2019, 17:10 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin (11/11/2019). Hasil Kongres menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoPresiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin (11/11/2019). Hasil Kongres menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum periode 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani mengatakan, koalisi partai politik pendukung pemerintah masih solid.

Hal itu, kata Puan, tampak dari rangkulan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh kepada Presiden Joko Widodo pada acara hari ulang tahun (HUT) ke-8 Partai Nasdem di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

"Enggak pernah ada kerenggangan, bahwa politik itu ada dinamika, ya biasa-biasa aja. Dan semuanya akrab. Pak Jokowi berangkulan (dengan Surya), Ibu Mega senyum-senyum dan salaman," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

"Masih solid (koalisi). Masih akur, masih mau sama-sama," sambungnya.


Baca juga: Politisi Nasdem: Pelukan Jokowi-Surya Paloh Bukti Kami Rangkul Semua Pihak

Puan menceritakan, kedatangannya bersama Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ke HUT Nasdem disambut Surya Paloh dan bersamaan masuk ke ruangan acara.

Puan menilai, keakraban itu sudah menunjukkan bahwa keduanya tetap akur.

"Itu menunjukkan bahwa ya kita tetap akur, kita tetap rukun ya. Bahwa kemudian ada dinamika, itu mah biasa aja di politik," ujarnya.

Lebih lanjut, Puan menilai, manuver politik yang dilakukan Nasdem bukan suatu bentuk pembangkangan terhadap koalisi pemerintahan. Ia mengatakan, langkah itu adalah hal yang biasa.

"Itu biasa-biasa saja di partai politik. Bahwa kita membuat satu kejutan-kejutan, ya partai politik harus seperti itu. Kalau enggak ya adem ayem datar-datar, enggak seru," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku cemburu saat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memeluk erat Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan pada penutupan Kongres Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin malam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X