Politisi Nasdem: Pelukan Jokowi-Surya Paloh Bukti Kami Rangkul Semua Pihak

Kompas.com - 12/11/2019, 10:00 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai acara HUT Partai Nasdem di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019) HARYANTI PUSPA SARIPresiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai acara HUT Partai Nasdem di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019)
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Partai Nasdem Ahmad Sahroni senang acara yang digelarnya pada Senin (11/11/2019) malam, bisa ditutup dengan pelukan hangat antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Acara yang ditutup dengan pelukan hangat antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Surya Paloh menjadi bukti persatuan sangat penting di tengah upaya Nasdem merangkul semua pihak, baik yang berada di dalam ataupun di luar pemerintahan," kata Sahroni kepada Kompas.com, Selasa (12/11/2019).

Menurut dia, momen pelukan yang juga disaksikan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri itu menjadi jawaban atas rumor yang menyebut hubungan Nasdem dan koalisi Jokowi mengalami kerenggangan.

Sahroni memastikan Partai Nasdem akan tetap konsisten berada di koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Penutupan Kongres Nasdem dan Pelukan Erat Jokowi-Surya Paloh...

Hal ini juga sejalan dengan Kongres Ke-II dan HUT Ke-8 Partai NasDem yang memang mengangkat tema Restorasi Untuk Indonesia Maju, sesuai nama kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Tema tersebut sengaja diangkat, karena Partai Nasdem ingin sungguh-sungguh memastikan dan memperkuat serta memantapkan langkah dan kebijakan partai dalam mendukung keberhasilan seluruh program pemerintah," ucap Bendahara Umum Partai Nasdem ini.

Momen pelukan Jokowi-Paloh terjadi usai Jokowi menyampaikan sambutan dan kembali ke tempat duduknya.

Saat berada di podium, Jokowi awalnya menyatakan bersyukur Partai Nasdem terus mendukungnya sejak pilpres 2014 hingga saat ini.

Ia lalu masuk ke topik pertemuan Surya dengan Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu dan bicara soal pelukan hangat keduanya.

Baca juga: Kemesraan Anies-Nasdem dan Poros Baru Antitesis Jokowi dalam Pilpres 2024

Jokowi menegaskan bahwa momen tersebut tak lantas menandakan Partai Nasdem berkoalisi dengan PKS yang merupakan partai oposisi. Kendati demikian, Jokowi berkelakar ia tetap merasa cemburu saat melihat momen tersebut.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya memang tak pernah dirangkul seerat itu," kata Jokowi.

"Jadi setelah ini, saya akan peluk erat Bang Surya lebih erat dari beliau peluk Sohibul Iman," tutur Jokowi, yang disambut riuh para kader Partai Nasdem.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Tahunan MPR di Tengah Pandemi, Anggota yang Hadir Dibatasi

Sidang Tahunan MPR di Tengah Pandemi, Anggota yang Hadir Dibatasi

Nasional
KPK Harap Segera Keluar Perma yang Mengatur Sidang Online

KPK Harap Segera Keluar Perma yang Mengatur Sidang Online

Nasional
Kunjungi Sukabumi yang Jadi Zona Hijau Covid-19, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin

Kunjungi Sukabumi yang Jadi Zona Hijau Covid-19, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Kisah Pendamping Desa yang Sukses Antarkan Anaknya jadi Lulusan Terbaik Akpol

Kisah Pendamping Desa yang Sukses Antarkan Anaknya jadi Lulusan Terbaik Akpol

Nasional
KSAD Pantau Laporan Pengadaan Lab PCR di RS TNI AD

KSAD Pantau Laporan Pengadaan Lab PCR di RS TNI AD

Nasional
Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Dinilai Masih Terlalu Mahal

Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Dinilai Masih Terlalu Mahal

Nasional
Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Nasional
SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

Nasional
Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Nasional
Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Nasional
Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Nasional
Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Nasional
Sekjen MUI Nilai RUU Cipta Kerja Beri Kewenangan Berlebih ke Presiden

Sekjen MUI Nilai RUU Cipta Kerja Beri Kewenangan Berlebih ke Presiden

Nasional
Pimpinan KPK Sebut Erick Thohir Bicarakan Potensi Korupsi di BUMN

Pimpinan KPK Sebut Erick Thohir Bicarakan Potensi Korupsi di BUMN

Nasional
Soal Pembelian Osprey, Kemenhan Belum Merujuk Merek Tertentu

Soal Pembelian Osprey, Kemenhan Belum Merujuk Merek Tertentu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X