SOROT POLITIK

Munas Golkar, Pujian Jokowi Menguatkan Posisi Airlangga Hartarto

Kompas.com - 11/11/2019, 08:28 WIB
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung di di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (28/7/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung di di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (28/7/2019).

KOMPAS.com - Kubu Airlangga Hartarto makin optimistis menghadapi kontestasi kursi Ketua Umum Partai Golkar lewat musyawarah nasional (munas) awal Desember mendatang.

Keyakinan tersebut tak hanya dilandasi persiapan yang sudah mereka lakukan. Mereka juga merasa yakin jika Airlangga Hartarto akan mampu membawa Golkar ke masa kejayaannya, seperti para pemimpin partai terdahulu.

Keyakinan para kader Golkar itu diperkuat lagi dengan pujian yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat acara puncak perayaan ulang tahun ke-55 Partai Golkar, Rabu (6/11/2019) lalu.

Jokowi meyakini Golkar akan terus melejit karena dimotori Airlangga. Pernyataan Jokowi yang luar biasa tersebut disambut gemuruh tepuk tangan seluruh kader Partai Golkar.

Baca juga: Munas Golkar, Aklamasi Bisa Jadi Alternatif dalam Pemilihan Ketua Umum

Tak berhenti sampai di situ, Jokowi kemudian juga menyebut bahwa Ketua Umum Partai Golkar memang top. Airlangga dianggap top karena juga menduduki posisi Menko Perekonomian.

"Ya memang top, beliau kan menko. Menko Perekonomian lho, jabatan yang sangat strategis karena apa pun sekarang guncangan ekonomi dunia, bukan barang mudah diatasi," kata Jokowi saat itu.

Pujian Jokowi tersebut mendapat berbagai respons di internal Golkar. Pendukung Airlangga menilai pujian Jokowi itu sebagai restu untuk kursi Golkar 1.

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menekan layar saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019). Peringatan tersebut mengambil tema 55 Tahun Bersatu Untuk Negeri, Berkarya Untuk Bangsa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menekan layar saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019). Peringatan tersebut mengambil tema 55 Tahun Bersatu Untuk Negeri, Berkarya Untuk Bangsa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Demikian juga dengan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung.

Salah satu politisi senior yang masih disegani para kader partai itu menilai apa yang dikemukakan Presiden Jokowi tak bisa dilepaskan dari konstelasi politik saat ini.

"Tapi momen-momen penting yang terkait dengan Golkar, apalagi kalau itu dihadiri oleh presiden, itu juga bisa dianggap sebagai, katakanlah sebagai sinyal siapa yang menguat. Terutama kalau dia dalam konteks presiden ya. Kemarin kan jelas Pak Jokowi menyebut Airlangga itu top, gitu kan," kata Akbar Tandjung dalam pernyataan tertulis, Senin (11/11/2019).

Akbar Tandjung menegaskan, Presiden Jokowi tentu telah mempertimbangkan apa yang disampaikannya, termasuk apresiasi dan pujiannya terhadap Airlangga Hartarto pada perayaan besar partai beringin

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

Nasional
Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Nasional
Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk 'Destructive Fishing'

Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk "Destructive Fishing"

Nasional
Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Nasional
MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

Nasional
Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

Nasional
Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Nasional
Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Nasional
Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Nasional
KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

Nasional
Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Nasional
Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Nasional
Teluk Balikpapan Akan Dieksploitasi demi Ibu Kota Baru

Teluk Balikpapan Akan Dieksploitasi demi Ibu Kota Baru

Nasional
Tanggapi Tito, KPK Sebut OTT Bukti Banyaknya Kepala Daerah yang Korupsi

Tanggapi Tito, KPK Sebut OTT Bukti Banyaknya Kepala Daerah yang Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X