Daftarkan Gugatan Kasus Lama Novel, OC Kaligis Diizinkan Lapas Sukamiskin

Kompas.com - 08/11/2019, 23:59 WIB
Pengacara senior sekaligus terpidana kasus korupsi, OC Kaligis, saat ditemui usai sidang pembacaan putusan permohonan uji materi terkait aturan pemberian remisi,di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPengacara senior sekaligus terpidana kasus korupsi, OC Kaligis, saat ditemui usai sidang pembacaan putusan permohonan uji materi terkait aturan pemberian remisi,di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalapas Sukamiskin Abdul Karim mengaku mengizinkan terpidana Otto Cornelis Kaligis keluar Lapas Sukamiskin guna mendaftarkan gugatan terhadap Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Dalam Gugatannya, Kaligis meminta kejaksaan membuka kembali kasus Novel Baswedan terkait penganiayaan pencuri sarang burut lawet.

"Sudah (izin). Kan panggilan dari pengadilan untuk sidang perdata juga. Cuma sehari, sorenya sebelum maghrib sudah pulang," ujar Karim saat dihubungi Kompas.com, Kamis malam (8/11/2019).

Baca juga: Digugat OC Kaligis soal Kasus Sarang Burung Walet yang Libatkan Novel, Ini Kata Jaksa Agung


Karim menuturkan, Kaligis saat itu juga mesti memenuhi panggilan sidang gugatan perdata terhadap Bareskrim Polri dengan agenda mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan itu berkaitan dengan pelaksanaan Payment Gateway Kemenkumham RI pada tahun anggaran 2014.

Selain menjalani agenda tersebut, Kaligus sekaligus mendaftarkan gugatan terhadap Novel Baswedan.

Karim mengungkapkan, Kaligis ketika itu dikawal sejumlah anggota kepolisian dan petugas lapas.

"Ada dari polisi, dari petugas kita juga ada. Dikawal dari berangkat sampai pulang," katanya.

Diketahui, dalam kasus dugaan penganiayaan, Novel dituduh menganiaya pencuri sarang burung walet hingga meninggal dunia dengan cara ditembak.

Peristiwa itu terjadi saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu sekitar 2004.

Novel pernah menjalani pemeriksaan kode etik oleh Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu atas kasus ini. Ia pun telah memperoleh sanksi berupa teguran.

Baca juga: OC Kaligis Gugat Kasus Lama Novel Baswedan ke Pengadilan

Kasus Novel ini akhirnya berakhir setelah Kejaksaan Agung mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKP2).

Langkah ini diambil karena dinilai tidak cukup bukti serta durasi penanganan waktu yang telah kedaluwarsa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X