Kaligis Minta Kasus Burung Walet Dibuka Kembali, Pengacara Novel: Ini Sistematis

Kompas.com - 08/11/2019, 18:25 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di kampus Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019). KOMPAS.com/Devina HalimPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di kampus Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (31/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Arif Maulana, menduga, gugatan pengacara senior OC Kaligis yang meminta dibukanya kembali kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet yang melibatkan Novel Baswedan merupakan usaha sistematis dalam menyerang Novel.

Ini, menurut dia, mengingat gugatan yang dilayangkan OC Kaligis berdekatan dengan laporan politikus PDI-P, Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya.

"Jangan-jangan ini memang sistematis ya dan terencana supaya fokus untuk mendorong penuntasan dan pengungkapan pelaku kasus penyiraman air keras Mas Novel Baswedan ini menjadi kabur," kata Arif kepada Kompas.com, Jumat (8/11/2019).

Menurut Arif, gugatan yang dilayangkan OC Kaligis juga merupakan serangan terhadap gerakan pemberantasan korupsi.

Baca juga: Digugat OC Kaligis soal Kasus Sarang Burung Walet yang Libatkan Novel, Ini Kata Jaksa Agung

Ia mengatakan, banyak serangan terhadap upaya pemberantasan korupsi akhir-akhir ini, mulai dari revisi UU KPK, pimpinan KPK yang bermasalah, hingga laporan dan gugatan terkait Novel.

Secara terpisah, anggota tim kuasa hukum lainnya, Asfinawati, menyebut bahwa gugatan yang dilayangkan OC Kaligis merupakan perlawanan balik koruptor.

Seperti diketahui, Kaligis merupakan terpidana kasus korupsi. Ia terbukti menyuap Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara.

"Pertama, dia ini kan punya konflik kepentingan karena dia dipenjara hasil penyelidikan KPK. Kedua, ini hal ini jelas perlawanan balik dari koruptor," ujar Asfinawati.

Arif mengatakan, Tim Advokasi Novel Baswedan belum menentukan langkah yang akan ditempuh atas gugatan OC Kaligis tersebut.

"Kami perlu mempelajari gugatan yang diajukan itu seperti apa, baru nanti kami akan memikirkan langkah-langkah selanjutnya," kata Arif.

Baca juga: OC Kaligis Gugat Kasus Lama Novel Baswedan ke Pengadilan

Diberitakan sebelumnya, OC Kaligis menggugat Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan perdata ini berkaitan dengan keinginan Kaligis membuka kembali kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet yang melibatkan Novel.

"Memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu," demikian bunyi salah satu petitum yang dilansir dari situs web http//sipp.pn-jakartaselatan.go.id.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Seminggu Sejak Peristiwa Bom Bunuh Diri di Medan, Ini Fakta Barunya Menurut Polisi

Hampir Seminggu Sejak Peristiwa Bom Bunuh Diri di Medan, Ini Fakta Barunya Menurut Polisi

Nasional
Kemendagri Ajukan Anggaran Rp 15 M untuk Mesin Anjungan Data Mandiri

Kemendagri Ajukan Anggaran Rp 15 M untuk Mesin Anjungan Data Mandiri

Nasional
BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

Nasional
Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Nasional
Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk 'Destructive Fishing'

Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk "Destructive Fishing"

Nasional
Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Nasional
MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

Nasional
Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

Nasional
Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Nasional
Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Nasional
Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Nasional
KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

Nasional
Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Nasional
Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X