Wapres Ma'ruf Amin: Radikalisme Itu Bukan soal Pakaian, tetapi...

Kompas.com - 08/11/2019, 10:29 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) di The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019). KOMPAS.com/Devina HalimWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) di The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpandangan bahwa radikalisme bukan hanya dilihat dari pakaiannya. Menurut dia, radikalisme tidak bisa dilihat dari atribut yang dikenakan.

Hal itu disampaikan Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) di The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

" Radikalisme itu sebenarnya bukan soal pakaian tapi radikalisme itu adalah cara berpikir, cara bersikap atau perilaku, dan cara bertindak," ucap Ma'ruf.

Baca juga: BNPT: Radikalisme dan Terorisme Tidak Bisa Dinilai dari Penampilan

Maka dari itu, Ma'ruf menilai cara mengatasinya adalah dengan meluruskan cara berpikir maupun tindakan orang yang sudah terpapar paham radikal.

Ia juga berpandangan bahwa upaya kontra-radikal dan deradikalisasi perlu diintensifkan.

"Oleh karena itu upaya-upaya yang harus kita lakukan adalah meluruskan cara berpikirnya, meluruskan cara bersikap dan bertindaknya, dan juga meluruskan gerakan-gerakannya," kata Ma'ruf.

"Karena itu perlu adanya upaya-upaya lebih intensif tentang kontra radikalisme dan deradikalisasi," ucap dia.

Baca juga: Dikritik Komisi VIII soal Radikalisme, Menteri Agama: Semua Boleh Beri Masukan

Hal senada sebelumnya disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Teror atau BNPT.

Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) Mayjen TNI Hendri P Lubis menegaskan, radikalisme dan terorisme tidak bisa dinilai dari apa yang dikenakan seseorang.

"Kita menilai seseorang bukan dari penampilan fisiknya," ujar Hendri dalam kegiatannya di Kepulauan Riau di Batam, Kamis (7/11/2019), sebagaimana dikutip Antara.

"Yang paling bahaya adalah pemikirannya. Radikal dalam pemikiran, radikal dalam sikap, dan radikal dalam tindakan," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X