Sistem Pertanian Disarankan Berubah untuk Antisipasi Karhutla

Kompas.com - 07/11/2019, 09:09 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, pada Agustus 2019 lalu. KOMPAS.com/IDONKebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, pada Agustus 2019 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menyarankan perubahan sistem pertanian yang dilakukan para petani untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan ( karhutla).

Perubahan tersebut antara lain dengan mengubah pola tanam, memberikan bibit unggul, kapur dolomit, dan pupuk berkualitas.

Selain itu, peralatan dan teknologi pertanian, perkebunan yang modern dan terpadu agar hasil panen baik juga diperlukan.

"Dengan demkian, masyarakat bisa membuka lahan pertanian tanpa harus menebangi dan membakar pepohonan untuk membuka lahan," ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut dia, hal tersebut menjadi jalan tengah untuk dapat menanggulangi persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Sebab, penanganan karhutla dinilainya bukan persoalan yang mudah mengingat masalah ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

"Menurut hemat saya, dalam menyelesaikan karthula, pemerintah harus hadir memberikan pembinaan serta pendampingan ke masyarakat dengan sistem terpadu melibatkan lintas kementerian, minimal selama lima tahun," kata dia.

Bentuk pembinaan dan pendampingan itu sendiri, kata dia, disesuaikan dengan kewenangan kementerian masing-masing.

Apalagi, kata dia, dalam konteks kultural masih banyaknya masyarakat pedesaan terutama di Kalimantan Tengah yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakarnya dinilai merupakan kearifan lokal. 

"Dalam persfektif masyarakat adat, membuka lahan dengan cara membakar sangat efisien dan hanya cara itu yang bisa mereka lakukan karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

Nasional
Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Nasional
Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Nasional
Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Nasional
Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Nasional
Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Nasional
Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Nasional
Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Nasional
Long Covid Mengintai 'Survivor' Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Long Covid Mengintai "Survivor" Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Nasional
Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Nasional
Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Nasional
Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Nasional
BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X