Kompas.com - 06/11/2019, 22:20 WIB
Majelis hakim Krisnugroho tengah mengecek bukti termohon dan pemohon KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAMajelis hakim Krisnugroho tengah mengecek bukti termohon dan pemohon

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang lanjutan praperadilan I Nyoman Dhamantra pada agenda pembuktian dalam kasus suap pengurusan kuota dan izin impor bawang putih.

Penundaan sidang praperadilan terjadi karena perlu adanya penyesuaian bukti yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai pihak termohon.

Adapun item bukti yang perlu dilengkapi berupa penyesuaian di dalam CD dan apa yang tertulis di dalam surat bukti.

"Sebelum besok menghadirkan saksi, kami akan terima lebih dulu bukti surat yang ditunda dari Termohon. Sidang ditunda hari Kamis 7 November 2019," ujar hakim tunggal Krisnugroho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Dalam pengecekan bukti dari kedua belah pihak, majelis hakim memerlukan waktu sekitar dua jam. Pengecekan dimulai pukul 10.30 hingga 12.30.

Sebelum Krisnugroho memutuskan menunda, tim kuasa hukum Dhamantra memperdebatkan isi bukti CD yang disodorkan KPK.

"Sebelum ditutup, Yang Mulia, tadi sempat diperlihatkan bukti berupa CD. CD ini kita tidak tahu isi CD-nya apa. Kalau berkenan, CD itu ditampilkan di sini," ucap salah satu kuasa hukum Dhamantra.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, pihak KPK meminta majelis hakim pada lanjutan sidang berikutnya untuk menyediakan alat pemutar CD. Tujuannya supaya pihak I Nyoman Dhamantra sebagai pemohon dapat melihat isi CD tersebut.

"Kalau boleh, kami mohon waktunya besok minta disediakan alat pemutar CD-nya, Yang Mulia," kata perwakilan Biro Hukum KPK, Firman.

Menjawab permintaan tersebut, Krisnugroho berusaha akan menyediakan alat pemutar agar dapat diperlihatkan isi CD kepada Dhamantra.

"Sidang disepakati (besok) dimulai pukul 09.00. Sekaligus menghadirkan saksi ahli," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Nasional
Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Nasional
Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Nasional
Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Nasional
Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Nasional
Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Nasional
PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

Nasional
Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X